Suasana Khidmat Idul Adha di Komplek BBA, Ustadz Tatang Suryadi Ingatkan Lima Hal Soal Kurban
3. Cermin Ketaatan
Kurban merupakan cermin ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT, sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Hajj ayat 34 yang menyatakan bahwa setiap umat telah disyariatkan penyembelihan kurban. "Wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn".
Yang artinya, bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).
Kurban akan menjadi saksi amal di hari kiamat. Ustadz Tatang mengutip hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa hewan kurban akan datang dengan tanduk, bulu, dan kukunya sebagai bukti di hadapan Allah.
"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu" (HR Ibnu Majah).
5. Membangun Solidaritas
Kurban membantu sesama muslim dari seluruh kalangan, membangun solidaritas antara yang kaya dan yang miskin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!