PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Empat Hari Hilang, Pria Asal Ciambar Sukabumi Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai 12 Jul 2026 Komedian Temon Templar Meninggal Dunia 12 Jul 2026 IKEA Hadirkan Ayam Bakar Padang hingga Bagel, Menu Baru Mulai Tersedia Juli 2026 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Empat Hari Hilang, Pria Asal Ciambar Sukabumi Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai 12 Jul 2026 Komedian Temon Templar Meninggal Dunia 12 Jul 2026 IKEA Hadirkan Ayam Bakar Padang hingga Bagel, Menu Baru Mulai Tersedia Juli 2026 12 Jul 2026

Iduladha dan Luka Kemanusiaan Dunia yang Menganga

Desi Rossilawati Ihda Da'watul Aba
Kamis, 28 Mei 2026 | 10:17 WIB
Bagikan
Iduladha dan Luka Kemanusiaan Dunia yang Menganga

ilustrasi/visi.news/Ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Iduladha 1447 H hadir di tengah dunia yang masih dipenuhi luka kemanusiaan. Di Gaza, Sudan, dan sejumlah wilayah konflik lain, banyak keluarga tidak lagi menyambut hari raya dengan kegembiraan. Mereka justru berjuang bertahan hidup di tengah reruntuhan, kelaparan, dan ketidakpastian yang terus membayangi. Kamis (28/5/2026)

Anak anak kehilangan rumah bahkan sebelum memahami arti masa depan. Hari demi hari dilalui dengan menghitung sisa makanan dan harapan yang tersisa untuk bertahan hingga esok. Situasi itu menjadi cermin bagi dunia modern yang berhasil melahirkan kemajuan teknologi luar biasa, tetapi gagal menjaga nurani kemanusiaannya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai Iduladha seharusnya tidak berhenti pada simbol penyembelihan hewan kurban semata. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim mengajarkan keberanian melepaskan ego dan kepentingan diri demi nilai kemanusiaan yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan, dunia saat ini menghadapi krisis besar karena manusia semakin sulit berkorban untuk sesama. Ambisi politik memperpanjang perang, kerakusan ekonomi memperlebar ketimpangan, sementara penderitaan manusia perlahan dianggap sebagai hal biasa.

Dalam suasana seperti itu, Iduladha menjadi pengingat bahwa inti keberagamaan bukan hanya kesalehan pribadi, melainkan keberpihakan kepada mereka yang lemah dan menderita. Kurban mengajarkan solidaritas sosial, kepedulian, dan keberanian menempatkan nilai moral di atas kepentingan pribadi.

“Tragedi terbesar dunia modern adalah ketika manusia mulai terbiasa melihat penderitaan tanpa lagi merasa terganggu secara moral,” tulis Ahmad Tholabi Kharlie.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.