Studi F5: Korporasi Terus Melangkah Maju dalam Pengembangan AI, di tengah Kesenjangan Tata Kelola Data dan Isu Keamanan
VISI.NEWS | SEATTLE - F5 (NASDAQ: FFIV) baru saja menerbitkan sebuah laporan hasil studi yang berisikan pandangan menarik mengenai situasi perusahaan saat ini dalam mengadopsi sistem AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan. F5’s 2024 State AI Application Strategy Report mengungkap bahwa sementara 75% korporasi mengadopsi sistem AI dalam operasi bisnisnya, 72% dari jumlah tersebut justru melaporkan adanya isu pada kualitas data serta inkompetensi data yang signifikan pada pengadopsian sistem tersebut. Sementara itu, data dan sistem telah diimplementasikan oleh korporasi dengan tujuan mengumpulkan, memproses dan mengamankan sebagai proses kritikal dalam pengadopsian dan optimalisasi pengadopsian sistem AI.
“AI merupakan sumber daya yang mendisrupsi, dimana dapat membantu korporasi dalam berinovasi dan menyediakan layanan digital yang tidak tertandingi . Akan tetapi, implementasi dari sistem AI sangatlah rumit, di mana apabila dilakukan tanpa pendekatan yang tepat dan aman, hal tersebut sebaliknya dapat meningkatkan risiko atau mengancam keamanan korporasi tersebut” ungkap Kunal Anand, Executive Vice President dan Chief Technology Officer dari F5. “Laporan terbaru kami menyorot sebuah tren topik yang yang secara signifikan yaitu banyak korporasi, yang dalam keinginan mereka untuk mengimplementasikan sistem AI, kurang memperhatikan kebutuhan atas fondasi yang kokoh. Ketidak telitian ini tidak hanya menyebabkan penurunan efektivitas dari sistem AI namun juga membawa perusahaan kepada ambang ancaman keamanan.” Sebagaimana korporasi memiliki misi untuk terus mengembangkan layanan digital berbasis AI, studi ini menyoroti tantangan-tantangan yang mereka hadapi pada keseluruhan infrastruktur data, model, pengaplikasian layanan, serta lapisan-lapisan yang harus bisa diatasi agar bisa dicapai adopsi dan pengaplikasian sistem AI yang luas dan sukses.
Realitas dan Janji Generative AI
Organisasi korporasi sangat antusias terhadap potensi generative AI. Responden menyatakan bahwa hal ini merupakan salah satu yang paling menarik dari tren teknologi 2024. Namun pada kenyataanya, hanya 24% dari responden yang menyatakan bahwa mereka telah mengimplementasikan AI dalam operasionalnya. Meskipun penggunaan generative AI saat ini terus meningkat, akan tetapi masih sangat jarang dipergunakan untuk tujuan yang strategis. Berdasarkan studi ini, penggunaan generative AI yang paling sering dipergunakan adalah copilot dan alat produktivitas karyawan (40%), dan fitur layanan konsumen seperti chatbots (36%). Workflow automation (36% ) juga termasuk dalam prioritas teratas dalam penggunaan AI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!