Stroke Ringan Tak Selalu Ringan, Studi Temukan Efek Lelah Jangka Panjang
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 23 Mei 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Stroke ringan atau serangan iskemik transien (TIA) selama ini dikenal sebagai kondisi medis yang cepat pulih. Namun, sebuah studi terbaru dari Rumah Sakit Universitas Aalborg, Denmark mengungkap bahwa dampaknya tidak selalu ringan. Penelitian menunjukkan bahwa penderita stroke ringan berisiko mengalami kelelahan berat berkepanjangan hingga setahun setelah serangan terjadi.
"Pasien yang mengalami stroke ringan dilaporkan mengalami kelelahan berat," ujar Birgitte Hede Ebbesen, peneliti utama studi sekaligus fisioterapis di rumah sakit tersebut, seperti dikutip dari Fox News Digital.
Penelitian ini melibatkan 354 peserta berusia rata-rata 70 tahun yang pernah mengalami TIA. Mereka diminta melaporkan tingkat kelelahan mereka dalam lima kategori: fisik, mental, motivasi, aktivitas, dan kelelahan keseluruhan selama periode 12 bulan.
Hasilnya, dua minggu pasca-serangan, 61% peserta mengaku sangat lelah. Angka ini hanya menurun sedikit dalam bulan ketiga, keenam, dan kedua belas—masih di atas 50%. Kelelahan ini dikaitkan erat dengan kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur.
Dokter kardiologi intervensi Bradley Serwer menyebut ada beberapa penyebab kelelahan jangka panjang ini, di antaranya:
- Penyembuhan otak yang membutuhkan energi tinggi.
- Respons imun dan peradangan pasca-stroke.
- Penurunan neurotransmitter otak seperti serotonin dan dopamin.
- Efek samping obat seperti betablocker.
- Gangguan tidur dan depresi pasca-stroke.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!