Strategi Kota Cimahi Kurangi Sampah Pasca Jatah Buang ke TPA Sarimukti Dibatasi
VISI.NEWS | CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi volume sampah pasca diberlakukan pembatasan pengiriman ke TPA Sarimukti oleh Pemprov Jawa Barat.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menargetkan jumlah pengangkutan sampah dari 37 ritase bisa berkurang jadi 17 ritase pada November 2024.
Diketahui, pembatasan angkut sampah ke TPA Sarimukti untuk empat Kota/Kabupaten di Bandung Raya guna mencegah TPA Sarimukti overload lebih cepat.
Pasalnya, setiap harinya ada 1.750 ton sampah dengan 267 ritase masuk ke TPA ini.
Rincian pembatasan itu meliputi Kota Bandung dari 170 ritase menjadi 140 ritase, Kabupaten Bandung dari 70 ritase ke 40 ritase, Kota Cimahi dari 37 ritase menjadi 17 ritase dan Kabupaten Bandung Barat dari 20 ritase menjadi 17 ritase.
"Kami sudah siapkan skenarionya. Kita bagi upaya pengurangan sampah dari hulu, tengah, dan hilir," kata Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini, Sabtu (12/10/2024).
Di sektor hulu, pengurangan sampah bakal dilakukan dengan mengoptimalkan program pemilihan sampah oleh pelaku industri dan rumah tangga. Saat ini, praktik memilah sampah baru dijalankan oleh 30 persen warga Cimahi. Untuk meningkatkan hal itu, perlu digencarkan lagi sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta ketersediaan infrastruktur pendukung.
"Penanganan dari hulu dengan pilah sampah kita akan tingkatkan. Masyarakat akan diberi pelatihan serta diberi fasilitas untuk menjalankan pengomposan atau buat lubang biopori agar sampah organik tak masuk ke TPA. Memang ini gak bisa instan, perlu waktu untuk membiasakan," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!