Strategi Fiskal Pro-Rakyat Dorong Target Pertumbuhan 2025
Kebijakan ini sejalan dengan upaya memperbaiki iklim investasi melalui reformasi struktural. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kepastian hukum serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam jangka panjang, hal ini dinilai penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wamenkeu juga menekankan bahwa belanja negara setara 14% dari PDB akan diarahkan untuk mendukung delapan program prioritas nasional. Salah satu yang utama adalah hilirisasi industri, yang menjadi andalan dalam menciptakan nilai tambah, menarik investasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.
Melalui strategi fiskal yang berorientasi pada rakyat, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan kesejahteraan. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk mendorong angka makro, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat dan menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh.
Dengan serangkaian langkah tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 dapat tercapai. Dukungan fiskal yang tepat sasaran, belanja negara yang produktif, serta sinergi antar sektor diharapkan dapat membawa Indonesia menuju arah pertumbuhan yang lebih berkualitas.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!