Startup Kursus Bahasa Mandarin Peroleh Dana Segar Senilai US$105 Juta, Siap Ekspansi di Indonesia
VISI.NEWS | JAKARTA - LingoAce, perusahaan teknologi pendidikan global yang berpusat di Singapura serta platform pembelajaran bahasa Mandarin, mengumumkan telah memperoleh pendanaan baru senilai US$160 juta tahun ini. Hari ini, perusahaan merampungkan putaran pendanaan Seri C sebesar US$105 juta yang dipimpin oleh Sequoia Capital India bersama dengan Owl Ventures, Shunwei Capital dan SWC Global.
Hal ini terjadi kurang dari setahun setelah sebelumnya LingoAce mengantongi pendanaan Seri B senilai US$55 juta yang dipimpin oleh Tiger Global dan Owl Ventures. Dengan masuknya pendanaan baru ini, secara total LingoAce telah mengumpulkan pendanaan sebesar US$180 juta sejak awal hingga sekarang.
LingoAce telah mengubah cara anak-anak mempelajari bahasa Mandarin dengan menciptakan pengalaman pendidikan yang menarik dan menyenangkan bagi siswa melalui perangkat yang memudahkan orang tua untuk merencanakan, menjadwalkan dan memonitor pembelajaran anak-anaknya.
Saat ini LingoAce telah menjangkau hingga lebih dari 100 negara di berbagai wilayah di dunia. Meningkatnya minat terhadap pendidikan bahasa dan cepatnya penerapan belajar online selama pandemi Covid-19 telah mendorong pertumbuhan pemesanan LingoAce hampir 4.000% secara global sejak akhir 2019. Khusus di Indonesia, LingoAce mengalami peningkatan pemesanan sebanyak 4.800% sejak 2020.
“Di LingoAce kami percaya bahwa kesempatan untuk mempelajari bahasa baru dapat membuka beragam peluang bagi anak-anak,” ujar Hugh Yao, CEO dan Pendiri LingoAce. “Dengan dukungan para investor, kami berecana untuk mengembangkan platform kami agar menjangkau lebih banyak audiens dan memastikan semakin banyak anak-anak di seluruh dunia dapat terus memiliki akses pengalaman pendidikan online yang berkualitas.”
Pendanaan baru akan digunakan untuk melanjutkan misi LingoAce, yaitu membuat pembelajaran bahasa baru menjadi sesuatu yang menyenangkan, mendalam dan interaktif bagi anak-anak. Selain itu, pendanaan juga akan dipakai untuk mengembangkan tim global dengan perekrutan yang signifikan di wilayah Asia Tenggara, Amerika Serikat dan Eropa, untuk memperkuat pengembangan produk dan kurikulum, serta meningkatkan dukungan penjualan dan pemasaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!