Spanyol Tantang Sejarah di Final
"Wasit hari ini sangat permisif terhadap banyak pelanggaran keras. Kami sebelumnya juga mengalami situasi yang sangat tidak menyenangkan saat melawan Uruguay. Kepemimpinan hari ini sungguh tidak adil," ujar De la Fuente.
Di lapangan, Spanyol tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Penguasaan bola yang menjadi ciri khas permainan La Roja mampu meredam kecepatan serangan balik Prancis.
Gol pertama lahir pada menit ke-22 setelah Spanyol memperoleh hadiah penalti yang sukses dieksekusi Mikel Oyarzabal. Keunggulan tersebut membuat Prancis berupaya meningkatkan intensitas serangan, namun rapatnya pertahanan Spanyol membuat peluang Les Bleus selalu kandas.
Gol kedua tercipta pada menit ke-58 melalui Pedro Porro. Bek sayap itu berhasil memanfaatkan ruang kosong sebelum menaklukkan penjaga gawang Prancis Mike Maignan dalam situasi satu lawan satu. Gol tersebut memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengantarkan Porro meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Usai laga, Porro mengaku tidak pernah membayangkan bisa menjadi penentu kemenangan timnya di semifinal Piala Dunia.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sejujurnya saya tidak pernah membayangkan hal ini bahkan dalam mimpi terindah saya. Saya sangat senang dengan semangat yang ditunjukkan tim sejak awal. Kami menghadapi lawan yang sangat tangguh dan kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim," ujarnya.
Porro menilai keberhasilan Spanyol tidak lepas dari kemampuan tim mempertahankan penguasaan bola sehingga mampu membatasi kekuatan utama Prancis yang mengandalkan serangan balik cepat.
"Kami tahu penguasaan bola akan membawa kami lebih dekat ke final. Prancis sangat berbahaya dalam serangan balik dan menghentikan mereka menjadi kunci kemenangan kami," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!