Spanyol Tantang Sejarah di Final
VISI.NEWS – Tim nasional Spanyol memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantar La Roja selangkah lagi menuju gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sukses pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58. Penampilan disiplin di lini belakang serta dominasi penguasaan bola membuat Prancis yang diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk Kylian Mbappe, gagal menciptakan banyak peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren impresif tim asuhan Luis de la Fuente yang kini belum terkalahkan dalam 37 pertandingan berturut-turut di semua ajang. Catatan itu menyamai rekor Italia sebagai tim nasional dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional, yakni 37 pertandingan yang dibukukan Azzurri pada periode Oktober 2018 hingga September 2021.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengaku bangga dengan performa para pemainnya yang dinilai tampil solid, disiplin, dan menunjukkan kualitas sebagai tim terbaik dunia.
"Kami sudah mendiskusikannya sebelum laga. Kami tahu kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi mereka harus sadar bahwa yang mereka hadapi hari ini adalah tim terbaik di dunia," ujar De la Fuente seperti dikutip harian AS.
Menurut pelatih berusia 65 tahun itu, keberhasilan Spanyol bukan hanya ditentukan kualitas individu, melainkan kekuatan kolektif yang dimiliki seluruh pemain.
"Pemain-pemain Spanyol menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat. Mereka membuat hal-hal sulit terlihat sangat mudah," katanya.
Meski puas dengan hasil pertandingan, De la Fuente melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit asal El Salvador, Ivan Barton. Ia menilai wasit terlalu membiarkan permainan keras yang diperagakan para pemain Prancis.
"Wasit hari ini sangat permisif terhadap banyak pelanggaran keras. Kami sebelumnya juga mengalami situasi yang sangat tidak menyenangkan saat melawan Uruguay. Kepemimpinan hari ini sungguh tidak adil," ujar De la Fuente.
Di lapangan, Spanyol tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Penguasaan bola yang menjadi ciri khas permainan La Roja mampu meredam kecepatan serangan balik Prancis.
Gol pertama lahir pada menit ke-22 setelah Spanyol memperoleh hadiah penalti yang sukses dieksekusi Mikel Oyarzabal. Keunggulan tersebut membuat Prancis berupaya meningkatkan intensitas serangan, namun rapatnya pertahanan Spanyol membuat peluang Les Bleus selalu kandas.
Gol kedua tercipta pada menit ke-58 melalui Pedro Porro. Bek sayap itu berhasil memanfaatkan ruang kosong sebelum menaklukkan penjaga gawang Prancis Mike Maignan dalam situasi satu lawan satu. Gol tersebut memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengantarkan Porro meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Usai laga, Porro mengaku tidak pernah membayangkan bisa menjadi penentu kemenangan timnya di semifinal Piala Dunia.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sejujurnya saya tidak pernah membayangkan hal ini bahkan dalam mimpi terindah saya. Saya sangat senang dengan semangat yang ditunjukkan tim sejak awal. Kami menghadapi lawan yang sangat tangguh dan kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim," ujarnya.
Porro menilai keberhasilan Spanyol tidak lepas dari kemampuan tim mempertahankan penguasaan bola sehingga mampu membatasi kekuatan utama Prancis yang mengandalkan serangan balik cepat.
"Kami tahu penguasaan bola akan membawa kami lebih dekat ke final. Prancis sangat berbahaya dalam serangan balik dan menghentikan mereka menjadi kunci kemenangan kami," katanya.
Bek Tottenham Hotspur itu juga menjelaskan alasan dirinya meminta diganti menjelang akhir pertandingan.
"Saya sudah tidak sanggup melanjutkan pertandingan karena kelelahan. Tetapi kami memiliki skuad yang luar biasa. Prestasi ini milik seluruh 26 pemain," ucapnya.
Kemenangan atas Prancis juga mengukir sejumlah rekor bersejarah bagi La Roja.
Menurut data Squawka, Spanyol kini menyamai rekor Italia dengan 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, terdiri atas 28 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Jika berhasil menghindari kekalahan di partai final, Spanyol akan menjadi tim nasional dengan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional.
Sementara itu, data Stats Foot mencatat Spanyol berhasil mencapai final Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010. La Roja juga menjadi juara bertahan Piala Eropa pertama yang mampu melaju ke final Piala Dunia sejak mereka sendiri melakukannya pada 2010.
Statistik lainnya menunjukkan kemenangan atas Prancis merupakan kemenangan pertama Spanyol dengan selisih dua gol atau lebih di fase gugur Piala Dunia sejak mengalahkan Swiss 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 1994.
Selain itu, Spanyol kini berhasil lolos dalam tujuh dari delapan semifinal terakhir yang mereka jalani di turnamen besar, baik Piala Dunia maupun Piala Eropa. Satu-satunya kegagalan terjadi saat dikalahkan Italia melalui adu penalti pada semifinal Euro 2020.
Data Opta juga memperlihatkan Spanyol menjadi tim Eropa dengan persentase keberhasilan tertinggi di babak semifinal turnamen besar, yakni mencapai 88 persen setelah sukses lolos dalam tujuh dari delapan kesempatan.
Di partai final, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7) dini hari WIB. Siapa pun lawannya nanti, La Roja berpeluang menorehkan sejarah baru dengan merebut gelar juara dunia kedua sekaligus memecahkan rekor dunia sebagai tim nasional dengan rentetan pertandingan tak terkalahkan terpanjang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!