SOSOK | Tantan Sulthon, Dari Pangalengan untuk Jabar
Dari lingkungan pendidikan itulah tumbuh rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan. Ketertarikan itu kemudian membawanya melanjutkan studi ke Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Di bangku kuliah, Tantan mempelajari teori komunikasi, jurnalistik, penyiaran, dan berbagai aspek yang berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik.
Namun bagi Tantan, komunikasi tidak hanya soal kemampuan berbicara.
"Komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi juga kemampuan mendengar dan memahami orang lain," pernah ungkapnya.
Pandangan tersebut kelak menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan profesinya sebagai wartawan maupun pemimpin organisasi.
Menjadikan Wartawan Sebagai Jalan Pengabdian
Ketika banyak orang memilih profesi karena faktor ekonomi atau popularitas, Tantan memiliki alasan yang berbeda.
"Saya memilih menjadi wartawan karena ingin mengenal banyak orang. Dari setiap orang selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Dan melalui profesi ini, saya ingin menjadi bagian dari agen perubahan untuk kepentingan publik," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!