Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

SOSOK | Nurhayati Subakat, Bos Wardah Gelar Doktor Honoris Causa Pertama dari ITB

ED
Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:41 WIB
Bagikan
SOSOK | Nurhayati Subakat, Bos Wardah Gelar Doktor Honoris Causa Pertama dari ITB

VISI.NEWS | BANDUNG Nama Nurhayati Subakat tak hanya dikenal di industri kosmetik Indonesia, tetapi juga di dunia pendidikan dan filantropi. Pemilik PT Paragon Technology and Innovation yang mengelola merek terkenal seperti Wardah, Make Over, dan Emina ini baru-baru ini dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), sebuah penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam dunia inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada 5 April 2019, dalam rangkaian Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2018/2019, Nurhayati Subakat menjadi perempuan pertama yang menerima gelar ini. Gelar tersebut diberikan kepada individu yang telah memberikan sumbangsih besar dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta memiliki dampak positif terhadap kebudayaan dan kemanusiaan.

Inovasi di Dunia Kosmetik Halal

ITB memberikan gelar ini kepada Nurhayati tidak hanya karena kesuksesannya dalam dunia bisnis, tetapi juga karena inovasi besar yang telah ia hasilkan, khususnya dalam industri kosmetik halal. Produk Wardah yang ia kembangkan menjadi pelopor kosmetik halal di Indonesia dan telah menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar kosmetik tanah air. Bahkan, keberhasilan Wardah menjadi inspirasi bagi banyak produk lokal lainnya untuk terus berinovasi dan mengutamakan kualitas.

Menurut Ketua Tim Promotor, Prof. Yeyet Cahyati Soemirtapura, inovasi yang dilakukan oleh Nurhayati dalam mengembangkan formula produk kosmetiknya sangat teruji, dengan mempertimbangkan semua aspek mulai dari keamanan, efikasi, hingga kehalalan. “Semua bahan baku yang digunakan, termasuk bahan-bahan tradisional, diperhatikan dengan sangat teliti dalam proses pembuatan produk kosmetik,” ungkapnya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, menjelaskan bahwa pemberian gelar Doktor HC ini melalui proses panjang, dari usulan awal hingga penilaian oleh tim pengamat yang mengkaji berbagai kontribusi dan karya Nurhayati. Gelar tersebut tidak hanya diberikan karena prestasi bisnisnya, tetapi juga sebagai penghargaan terhadap kontribusinya yang lebih besar terhadap kemajuan bangsa.

Pemberdayaan UMKM dan Kemanusiaan

Bagi Nurhayati Subakat, penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk seluruh tim yang telah bekerja keras untuk menciptakan inovasi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah bukti bahwa produk lokal, yang dihasilkan oleh anak bangsa, mampu bersaing dengan produk multinasional di pasar global. Nurhayati percaya bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan pemberdayaan anak muda, hasil yang luar biasa bisa dicapai.

Di luar dunia bisnis, Nurhayati juga dikenal atas kepeduliannya terhadap berbagai masalah sosial, seperti pendidikan dan kesehatan. Salah satu contohnya adalah saat ia menyumbang Rp40 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, yang didistribusikan dalam bentuk alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) ke lebih dari 40 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi

Nurhayati memulai perjalanan kariernya sebagai apoteker setelah lulus dari ITB pada tahun 1975. Selama bekerja di Wella Cosmetics, ia mendapat banyak pengalaman dalam industri kosmetik, yang kemudian menjadi landasan bagi karier bisnisnya. Pada tahun 1985, bersama sang suami, ia memulai usaha kecil berbasis industri rumahan dengan memproduksi produk perawatan rambut dengan merek "Putri." Usaha ini berkembang pesat dalam waktu singkat dan menjadi cikal bakal lahirnya PT Paragon Technology and Innovation.

Perjalanan Nurhayati dalam mengembangkan usahanya tidak selalu mulus. Pada tahun 1990, fasilitas home industri yang ia bangun terbakar habis, namun kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Ia terus berusaha bangkit, dan dengan tekad yang kuat serta dukungan tim yang solid, ia berhasil memperbesar usahanya dan mendirikan pabrik pertama di Kawasan Industri Cibodas.

Pada tahun 1995, ia memperkenalkan Wardah, yang menjadi merek kosmetik halal pertama di Indonesia. Inovasi ini membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing dengan produk internasional dengan mengedepankan kualitas dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip halal.

Di bawah kepemimpinan Nurhayati, PT Paragon Technology and Innovation semakin berkembang dan mencatatkan kesuksesan. Pada tahun 2011, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation (PTI), yang kini menaungi sembilan merek kosmetik. Wardah menjadi kontributor utama dengan sumbangan hingga 70 persen dari pendapatan perusahaan. Hingga saat ini, PTI memiliki lebih dari 12.000 karyawan yang tersebar di Indonesia dan Malaysia.

Filantropi dan Tanggung Jawab Sosial

Selain sukses dalam bisnis, Nurhayati juga dikenal sebagai seorang filantropis. Ia aktif mendukung berbagai program sosial, termasuk pendidikan dan kesehatan. Pada 2019, Nurhayati menyumbangkan dana abadi sebesar Rp52 miliar kepada ITB untuk pengembangan riset, beasiswa, dan infrastruktur. Sebagai bentuk penghargaan, dua gedung di ITB dinamai Gedung Paragon Innovation dan Gedung Wardah Foundation.

Karier Nurhayati yang luar biasa juga mendapat pengakuan internasional. Pada 2019, ia meraih penghargaan ASEAN Business Award (ABA) dalam kategori Women Entrepreneur yang digelar di Bangkok. Selain itu, ia juga menjadi satu dari dua perempuan Indonesia yang masuk dalam daftar "25 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia" versi Forbes pada tahun 2018.

Pada 2022, Nurhayati Subakat kembali meraih penghargaan sebagai salah satu dari "20 Wanita Paling Berpengaruh" oleh Fortune Indonesia. Penghargaan ini menunjukkan bahwa tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional, Nurhayati telah diakui sebagai sosok yang memberikan kontribusi signifikan dalam dunia bisnis dan masyarakat.

Kehidupan Pribadi yang Harmonis

Di balik kesuksesan kariernya, Nurhayati adalah seorang ibu yang penuh kasih dan istri yang setia. Ia menikah dengan Subakat Hadi pada tahun 1978 dan dikaruniai tiga anak: Harman Subakat, Salman Subakat, dan Sari Chairunnisa. Ketiga anaknya kini turut berperan dalam melanjutkan kepemimpinan di PT Paragon Technology and Innovation, menjaga warisan bisnis keluarga yang telah dirintis sejak lama.

Dengan berbagai prestasi dan kontribusinya, Nurhayati Subakat tidak hanya meninggalkan jejak sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Keberhasilan Wardah dan PT Paragon menunjukkan bahwa dengan inovasi, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat, bisnis dapat berkembang dan memberikan manfaat luas bagi bangsa dan negara.

Gelar Doktor Honoris Causa yang diterima oleh Nurhayati Subakat dari ITB adalah simbol penghargaan atas dedikasinya dalam mengembangkan industri kosmetik, memberdayakan UMKM, serta kontribusinya terhadap kemanusiaan. Ia adalah contoh nyata dari kekuatan perempuan Indonesia yang mampu meraih kesuksesan luar biasa di dunia bisnis global.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.