SOSOK | Menko Polkam Djamari Chaniago, Karirnya Menembus Batas

ED
Kamis, 18 September 2025 | 07:12 WIB
Bagikan
SOSOK | Menko Polkam Djamari Chaniago, Karirnya Menembus Batas

VISI.NEWS | JAKARTA -Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago adalah nama yang kariernya menembus batas antara militer, politik, dan korporasi. Ia sore tadi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Monko Polkam, menggantikan Budi Gunawan.

Lahir di Padang, Sumatera Barat, 8 April 1949, perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana seorang perwira Kostrad menapaki berbagai medan — dari operasi lapangan hingga ruang rapat perusahaan.

Djamari menamatkan AKABRI pada 1971 dan memilih korps Infanteri; baret hijau Kostrad melekat sebagai identitasnya sejak masa muda. Pengalaman-pengalaman awal itulah yang membentuk gaya komando dan ketegasan yang kemudian melekat pada citranya.

Kariernya menanjak: pada 1997 ia memimpin Kodam III/Siliwangi, lalu pada Mei 1998 diangkat sebagai Panglima Kostrad ke-24. Jabatan-jabatan strategis ini menempatkannya di titik penting ketika Indonesia melalui masa-masa transisi politik yang penuh gejolak.

Puncak karier militer Djamari adalah ketika ia menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari 8 Maret 2000 sampai 16 Maret 2004. Periode itu menjadi bagian krusial penataan internal TNI pasca-reformasi — posisi yang menuntut keseimbangan antara kepentingan militer dan tuntutan akuntabilitas sipil.

Selain karier militer, Djamari juga sempat berkancah di ranah politik formal: tercatat sebagai anggota MPR dari Fraksi Utusan Daerah Jawa Barat (1997–1998) dan Fraksi ABRI (1998–1999). Kehadirannya di lembaga negara kala itu menegaskan betapa rapatnya relasi sipil-militer pada masa transisi.

Salah satu momen pernyataannya yang terekam media terjadi saat konflik Aceh memanas. Pada 21 November 2002 Djamari menegaskan, “TNI tak akan menarik pasukan dari Cot Trieng, Muaradua, Aceh Utara, jika perjanjian damai antara pemerintah dan GAM belum ditandatangani,” pernyataan yang dilaporkan media saat itu dan mencerminkan sikap garis keras sekaligus kehati-hatian komando militer di lapangan.

Setelah purna tugas, Djamari berpindah ke dunia sipil dan bisnis. Pada 2015–2016 ia menjabat Komisaris Utama PT Semen Padang, dan namanya juga tercantum sebagai komisaris di perusahaan lain seperti PT Tapin Suthra Berjaya. Langkah ini menunjukkan adaptasi perwira senior ke ranah tata kelola korporat.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.