SOSOK | Menko Polkam Djamari Chaniago, Karirnya Menembus Batas
Deretan penghargaan militer menghiasi dadanya: Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Pratama, Satyalancana Kesetiaan, serta beberapa tanda kehormatan internasional seperti medali UNEF II dan penghargaan dari Brunei (PSAT). Penghargaan ini merekam pengakuan institusional atas pengabdiannya yang panjang.
Belakangan, nama Djamari sekali lagi mengemuka — kali ini dalam kabar politik kontemporer. Dalam arus kabar reshuffle kabinet 2025, namanya disebut-sebut sebagai salah satu kandidat untuk posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Berita-berita media nasional yang memuat dugaan itu menempatkan Djamari kembali di pusat perhatian publik, walau pihak terkait beberapa kali memberikan klarifikasi berbeda.
Melihat perjalanan Djamari Chaniago: dari medan operasi, kursi komando, kursi politik, hingga ruang rapat perusahaan — tampak bahwa jiwa pengabdian dan kepemimpinan menjadi benang merahnya. Di mata sebagian publik, ia figur yang tegas dan disiplin; bagi yang lain, ia bagian dari narasi panjang hubungan sipil-militer Indonesia yang terus bergulir. Bagaimana pun, namanya tetap bagian dari kisah modern TNI dan dinamika politik-bisnis Tanah Air.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!