SOSOK | Lebih Dekat dengan Wahyu Dhyatmika Ketum AMSI 2023-2027
Pada bulan Mei 2016, kata pria yang akrab disapa Bli Komang ini, dengan dukungan Microsoft, Tempo menyelenggarakan hackathon media pertama di Indonesia. "Hal ini membantu kami merencanakan transformasi Tempo menjadi ruang redaksi digital. Setahun kemudian, kami menjadi tuan rumah bagi International Center for Journalists (ICFJ) Knight Fellow yang membantu menyelesaikan transformasi kami. Pada tahun 2021, kami memulai program keanggotaan kami setelah terpilih sebagai bagian dari Keanggotaan dalam News Fellowship yang diselenggarakan oleh Media Development Investment Fund (MDIF), " katanya.
Pada tahun 2014, dia dan rekan-rekan memulai sebuah platform bernama TempoWitness di mana ia dan timnya melatih komunitas lokal dan marginal di seluruh negeri untuk mengirimkan laporan tentang peristiwa yang mereka yakini penting bagi komunitas mereka. Perusahaan ini menerima hibah awal dari Open Society Foundation dan kini telah bekerja dengan berbagai proyek komunitas di seluruh Indonesia, yang didanai antara lain oleh Internews, Hivos, WWF.
Wahyu Dhyatmika tercatat sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sebuah asosiasi jurnalis dan serikat pers yang mempromosikan jurnalisme independen dan kebebasan pers. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum AMSI pada Kongres III yang berlangsung di Bandung pada Kamis (24/8/2023) malam, Wahyu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Selain jurnalis alumni FISIP Unair yang pernah ngenyam pendidikan beasiswa Nieman Fellow di Universitas Harvard pada Agustus 2014 hingga Mei 2015 juga mengajar jurnalisme di Universitas Indonesia dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!