SOSOK | Lebih Dekat dengan Wahyu Dhyatmika Ketum AMSI 2023-2027
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) periode 2023-2027 Wahyu Dhyatmika saat ini menjabat sebagai CEO Tempo Digital. Ia memulai karir jurnalistik sejak tahun1996, ketika Indonesia masih di bawah pemerintahan diktator Soeharto. Ia telah banyak melakukan investigasi tentang korupsi, kejahatan keuangan, penipuan, dan migrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga aktif mempromosikan penggunaan jurnalisme data di Indonesia.
Sebagai anggota International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), Wahyu terlibat dalam liputan Panama Papers. Liputannya di Majalah Tempo mengekspos beberapa politisi dan pejabat publik yang namanya muncul dalam dokumen Mossack Fonseca yang bocor.
Wahyu telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi. Terakhir, ia dianugerahi Soetandyo Award atas kontribusinya dalam membela hak asasi manusia, kepentingan publik, dan suara-suara minoritas.
Pria kelahiran Bali, 27 Agustus 1977 ini sekarang mengelola seluruh aset digital Tempo termasuk situs utama Tempo.co dan vertikalnya (cantika.com, gooto.com, teras.id, dan indonesiana.id) serta mengawasi anak perusahaan digital, seperti datatempo.co, tempoinstitute.com, dan toko. tempo.co serta startup yang sahamnya dimiliki Tempo seperti kokbisa (channel youtube), telusuri.id, ziliun.com, orbitin.id, foodizz.id, dan tempo-animation.com.
Sebelum mencapai puncak karir seperti sekarang ini Wahyu banyak meliput bidang politik, sosial, ekonomi, dan isu-isu terkini di Indonesia selama lebih dari dua dekade. "Pada pemilihan umum dan presiden Indonesia tahun 2019, saya dan rekan-rekan mendirikan CekFakta.com, platform kolaborasi pengecekan fakta pertama di Indonesia. Ini merupakan proyek gabungan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang didukung oleh Google News Initiative," ungkap Wahyu sebagaimana dikutip dari akun LinkedInnya.
"Saya juga merupakan bagian dari tim awal yang mendirikan IndonesiaLeaks.id, satu-satunya platform pelapor pelanggaran yang aman di Indonesia. Ini adalah proyek Tempo Institute, Jaring (Jaringan Jurnalisme Investigasi Indonesia) dan AJI, didanai oleh Free Press Unlimited. Platform ini didukung oleh 10 media dan 5 CSO yang akan berkolaborasi untuk menindaklanjuti kebocoran dan menghasilkan cerita," imbuhnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!