SOSOK | Gagan Wirahma, Ketua KBA SMAN Cimindi-13 2020–2025, Berikut Profil Lengkapnya

ED
Minggu, 16 November 2025 | 07:07 WIB
Bagikan
SOSOK | Gagan Wirahma, Ketua KBA SMAN Cimindi-13 2020–2025, Berikut Profil Lengkapnya

VISI.NEWS | CIMAHI - DI BALIK hiruk-pikuk Reuni Akbar SMAN Cimindi-13 di Pusdikjas Kota Cimahi hari ini, ada satu momen penting yang menjadi sorotan: penyerahan estafet kepemimpinan dari Gagan Wirahma, Ketua Keluarga Besar Alumni (KBA) SMAN Cimindi-13 periode 2020–2025, kepada Ketua baru, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dari tepuk tangan para alumni, hingga senyum hangat yang menghiasi wajah-wajah lama, satu nama selalu disebut: Gagan. Siapa sebenarnya sosok di balik kiprah panjangnya ini?

Gagan Wirahma adalah figur yang lahir dari tanah desa, tumbuh bersama akar-akar masyarakat, dan kembali menjalani takdir hidupnya—sebagai pemimpin yang melayani. “Cita-cita saya dulu sebenarnya ingin masuk IPDN,” kenangnya. Ia bahkan sempat dibawa oleh kerabatnya yang bekerja sebagai asisten gubernur menuju Gedung Sate, berharap mendapat jalan. Namun kenyataan berkata lain. Tingginya yang hanya 160 cm membuatnya gagal memenuhi syarat.

“Tapi Alhamdulillah, meski bukan dari IPDN saya tetap jadi kepala desa. Itu jalan hidup,” ucapnya pelan, seolah ingin menegaskan bahwa takdir tak pernah salah alamat. Dan benar saja, jalan panjang itu membawanya kembali ke akar keluarganya—menjadi kepala desa, seperti ayah, kakek, dan buyutnya dulu.

Gagan lahir dan besar di Desa Cianjuang, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Dari SD di desanya, lalu ke SMPN 1 Cimahi, hingga SMA di Cimindi—yang sekarang dikenal sebagai SMAN 13 Cimahi. “Saya angkatan 1987,” ujarnya bangga. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) jurusan Ilmu Politik. Kini, ia masih menjabat sebagai Kepala Desa Cianjuang, meneruskan “trah” keluarga yang sejak dulu dipercaya masyarakat.

Sejak remaja, Gagan sudah akrab dengan dunia organisasi. Ia memulai dari Karang Taruna tingkat desa, lalu menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan selama dua periode. Kiprahnya tak berhenti di sana. Ia ikut terlibat pada tingkat kabupaten di era Kabupaten Bandung Induk sebelum pemekaran, bekerja bersama tokoh muda saat itu, Dadang Naser.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.