SOSOK | Dr. Indri Utami, Perintis Pendidikan Seksualitas Anak Berbasis Budaya
Ia juga menjadi pengembang program “Aku Anak Hebat”, sebuah program pencegahan primer kekerasan seksual bagi anak usia 5–8 tahun hasil kolaborasi Unisba dan Telkom University. Selain itu, ia terlibat sebagai peneliti dalam proyek Peace Generation Indonesia serta pengembang modul parenting dan Master of Trainer di Save The Children Indonesia.
Publikasi dan Karya Inovatif
Dalam lima tahun terakhir, Indri aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Salah satu publikasinya yang menonjol adalah penelitian mengenai pengembangan dan validasi instrumen evaluasi afektif terhadap perubahan pubertas pada anak Indonesia usia 9–12 tahun yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi Frontiers in Psychology.
Selain publikasi ilmiah, ia juga memiliki sejumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI), antara lain buku saku kesehatan mental remaja, lagu edukatif “Aku Anak Hebat”, modul berbahasa Sunda tentang perlindungan diri anak, paket alat pendidikan seksualitas Pesan Nusantara, modul pelaksanaan program, hingga media edukasi berupa Celemek Reproduksi Nusantara.
Pengalaman Internasional dan Prestasi
Kiprah akademik Indri tidak hanya berlangsung di tingkat nasional. Ia pernah menjadi Visiting Scholar di Leiden University, Belanda, serta mempresentasikan hasil penelitiannya dalam berbagai konferensi nasional dan internasional, termasuk seminar doktoral di Leiden University dan Bandung Annual International Conference.
Prestasinya juga diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk sebagai penerima BPI LPDP Scholarship Awardee 2022.
Dengan keberhasilannya meraih gelar doktor berpredikat cumlaude di Universitas Padjadjaran, Indri Utami Sumaryanti tidak hanya menambah deretan akademisi perempuan berprestasi di Indonesia, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan seksualitas yang ilmiah, kontekstual, dan selaras dengan budaya bangsa. Melalui Pesan Nusantara, ia menawarkan sebuah model pendidikan yang diharapkan dapat membantu melindungi anak-anak Indonesia menghadapi tantangan masa pubertas dan era digital dengan lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!