SOSOK | Dr. Indri Utami, Perintis Pendidikan Seksualitas Anak Berbasis Budaya
Perjalanan pendidikan Indri seluruhnya ditempuh di bidang psikologi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi di Universitas Islam Bandung, kemudian melanjutkan ke Magister Profesi Psikologi Klinis di kampus yang sama dengan hasil yang sangat membanggakan. Pada tahun 2009, ia lulus dengan predikat Cumlaude dan meraih IPK 3,82.
Semangat untuk terus mengembangkan keilmuan membawanya melanjutkan studi doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Penelitiannya mendapatkan dukungan pendanaan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP yang diterimanya sejak 2022.
Pelopor Program Pesan Nusantara
Nama Indri semakin dikenal melalui pengembangan program Pesan Nusantara, sebuah pendidikan seksualitas berbasis sekolah yang dirancang untuk anak usia 9–12 tahun. Program ini lahir dari temuan penelitian yang menunjukkan masih banyak anak Indonesia memasuki masa pubertas tanpa pengetahuan yang memadai, sementara paparan terhadap konten seksual melalui media digital terus meningkat.
Melalui pendekatan Intervention Mapping, Indri merancang program yang tidak hanya berbasis bukti ilmiah, tetapi juga memperhatikan sensitivitas budaya Indonesia. Materi yang diberikan meliputi persiapan pubertas, keamanan digital, pencegahan pornografi, perlindungan dari kekerasan seksual, serta penghormatan terhadap tubuh dan batasan pribadi. Program ini disampaikan oleh guru melalui berbagai media pembelajaran seperti modul, flashcard, gambar visual, papan peraga, presentasi interaktif, hingga celemek reproduksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesan Nusantara mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pubertas, membangun sikap yang lebih positif terhadap perubahan tubuh, serta memperkuat kemampuan anak dalam menghindari pornografi dan mencegah kekerasan seksual. Guru yang mengikuti pelatihan juga mengalami peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi-materi sensitif kepada peserta didik.
Kompetensi Profesional Bertaraf Internasional
Sebagai praktisi, Indri memiliki sejumlah kompetensi profesional yang memperkuat kiprahnya di bidang psikologi. Ia merupakan terapis Cognitive Behavior Therapy (CBT), konselor adiksi yang mengikuti pendidikan Psychology of Addiction and Recovery Course di Stanford Medical School, Amerika Serikat, serta konselor trauma yang mendapatkan pelatihan dari National Institute for the Clinical Application of Behavioral Medicine, Amerika Serikat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!