SOSOK | 14 Tahun Jadi Camat, Ini Sisi Lain dari Seorang Aep Muslim

ED
Kamis, 16 Maret 2023 | 07:59 WIB
Bagikan
SOSOK | 14 Tahun Jadi Camat, Ini Sisi Lain dari Seorang Aep Muslim

Aep Muslim sendiri selain sebagai PNS membuka usaha air mineral. Kebetulan ada saudaranya yang bekerja di BPPT pada saat itu yang sering sharing pengetahuan, sehingga membuatnya sangat ahli dalam mengelola air mineral.

Ia juga memproduksi kemasan galon air mineralnya, membeli biji plastik dan dimaklunkan di sebuah perusahaan di Sukabumi. Air galon buatannya ia masuk-masukan ke instansi pemerintah, sehari bisa mencapai 1.000 galon.

Menjelang krisis pemerintahan, tahun 1996, Aep Muslim sangat terdampak. Nilai tukar dollar terhadap rupiah yang melambung tinggi membuatnya terjerat utang untuk pembelian biji plastik. "Saya tiba-tiba tidak mampu bayar bahkan menjadi utang yang sangat menggelembung. Nilainya Rp 700 juta pada saat itu. Seluruh aset sudah dijual, tapi tak bisa bayar utang itu," ungkapnya.

Nemu Rahasia di Ihya Ulumuddin

"Tapi, Alhamdulillah dari kesulitan itu saya bisa lebih mendekatkan diri pada Allah. Sampai suatu saat bisa menemukan rahasia besar di dalam Kitab Ihya Ulumuddin-nya Al Ghazali," ungkap alumni IAIN Sunan Gunung Djati, sekarang UIN, ini.

Sedikit rahasia yang dibukanya, sebelum salat Jumat, saat tahiyatul masjid tiap rakaat ia membaca surat Al Ikhlas 50 kali, kemudian setelah salat Jumat 'itikaf' sampai salat Ashar dengan berdzikir, dan malam Jumatnya ia antara lain membaca Surat Yasin, Al Mulk, Al Waqiah. "Itu saya lakukan rutin, tidak pernah putus," katanya.

Dengan mengamalkan rahasia yang ditemukannya dalam kitab itu, dalam 100 hari Aep Muslim merasa bisa menyelesaikan hutang sebesar itu dari jalan yang tidak disangka-sangka. "Dan bahkan setelah itu saya mendapatkan banyak pekerjaan yang hasilnya lumayan besar," katanya.

Tidak hanya itu, Aep Muslim juga pernah mengalami hal-hal yang dia sendiri tak faham, karena sifatnya di luar nalar. Salah satunya, saat ia pulang dari Garut, sekira jam 9 malam, karena lelah di Jalan Cijapati mobilnya terperosok dan mau masuk jurang. Setengah badan mobilnya sudah dibibir jurang. Ia pun tak kuat melihat dalamnya jurang yang tersorot lampu mobil dan ia pingsan. "Anehnya, beberapa saat setelah sadar, posisi mobil sudah berubah berada di jalan aspal lagi," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.