Sopir Truk LPG Mengaku Mengantuk sebelum Kecelakaan di Bandung
Kondisi di lokasi kejadian pasca terjadinya tabrakan di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026)./visi.news/pasjabar.
VISI.NEWS - Sopir truk pengangkut tabung LPG berinisial AS (45) mengaku sempat mengantuk sebelum terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Kecelakaan tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan gerobak milik warga. Berdasarkan data sementara, insiden itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
AS mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi dirinya baru selesai mengangkut muatan tabung LPG dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Muatan tersebut rencananya akan dikirim ke kawasan Taman Kopo Indah (TKI), Kota Bandung.
Namun, saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, truk yang dikemudikannya menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.
"Baru selesai ngisi tabung dari SPBE mau ke Taman Kopo Indah. Ya, ngantuk, namanya juga musibah. Pas nabrak enggak sadar, gelap saja. Tiba-tiba sudah di sini (TKP)," ujar AS dalam keterangannya dikutip, Jumat (31/7/2026).
Selain mengaku sempat mengantuk, AS juga mengatakan dirinya mengemudikan truk seorang diri tanpa didampingi kernet saat kecelakaan terjadi.
"Sendiri (tanpa kernet)," katanya.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui rangkaian peristiwa sebelum truk menabrak sejumlah kendaraan dan gerobak di lokasi. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu kecelakaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!