Soal Percepatan Renovasi Sekolah, Mendikdasmen: Tunggu Inpres
VISI.NEWS | JAKARTA - Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan (APK) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Didik Darmanto menyatakan, dari total 2,3 juta ruang kelas di Indonesia, lebih dari setengahnya rusak. Untuk itu, renovasi menjadi program penting pemerintah.
Menurut data, sekitar 300 kecamatan masih tidak memiliki SMP di sekitarnya. Sementara 700 kecamatan tidak tersedia SMA dan 29.000 desa tidak memiliki PAUD.
Merespons kekurangan sekolah dan ruang kelas, Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan mulai merenovasi dan melakukan rehabilitasi 10.440 sekolah, termasuk PAUD, pesantren, hingga seminari.
"Untuk itu 5 tahun ke depan, salah satu quick fix atau program prioritas Pak Prabowo adalah melakukan revitalisasi satuan pendidikan baik di sekolah atau di madrasah," ucap Didik pada forum diskusi Fokus 2024: Pendidikan Berkualitas yang Merata untuk Indonesia Emas 2045 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2024).
Tunggu Inpres
Percepatan renovasi dan rehabilitasi sekolah di RI menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti dapat dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Percepatan dari pihak pemerintah dalam hal ini tidak hanya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tetapi juga serta Kemendikdasmen
Soal kepastian pembangunan oleh Kemendikdasmen dan pembagian kerja dengan Kementerian PU, Mu'ti mengatakan pihaknya menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres).
"Yang berkaitan dengan tadi PU dan sebagainya, itu memang kami sedang menunggu Inpres karena Pak Presiden sudah pernah menyampaikan, agar ada akselerasi dalam pelaksanaan renovasi untuk 10 ribu sekolah itu, dimungkinkan pelaksananya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dan itu Pak Presiden sudah menyampaikan arahannya kepada kami," ucapnya di sela kegiatan Fokus 2024.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!