SKETSA | Tank vs Hoax
Kembali ke urusan Ukraina, ada sebuah laporan dari seorang netizen Barat yang sedang di Kiev pada tanggal 28 Februari 2022. Ternyata Kiev itu baik-baik saja, tidak hancur lebur seperti dalam berita-berita palsu yang disebarkan Barat. Justru yang konyol adalah Zelenskyy itu sendiri yang membagi-bagikan senjata militer kepada orang-orang kriminal di Kiev. Dengan senjata itu mereka merampok dan memperkosa, kemudian kejahatan itu dituduhkan sebagai perbuatan Rusia. Sungguh suatu lawakan serius dari Presiden Ukraina. Demikianlah cara Zelenskyy melawan tank Rusia, cara membalasnya dengan memproduksi berita hoax bersama-sama pers Barat, agar masyarakat dunia membantunya. Karenanya Putin ingin Zelenskyy segera jatuh dan Rusia memilih presiden yang pro dengan Putin, atau menjadi boneka Rusia. Dengan itu perang berakhir, harga gandum - yang Indonesia ternyata banyak mengimpor dari Ukraina – turun. Sehingga hobi saya makan Indomie tidak lagi terkendala oleh harga yang melonjak.***
- Penulis adalah seorang pengamat seni, dan pernah menjadi executive di beberapa perusahaan telekomunikasi. Ia pernah kuliah di FMIPA – Universitas Indonesia (1981), lulus dari Elektro Telekomunikasi – Institut Teknologi Bandung (1986), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (2020). Dan pernah membuat buku “Melacak Lukisan Palsu” (2018) dan “Seni Sebagai Pembebasan” (2022). Pernah berpameran tunggal lukisan di galeri Titik Dua, Ubud (2021), berpameran bersama di galeri Salihara bersama Goenawan Mohamad (2020). Saat ini ia menjadi Editor in Chief di Jurnal Filsafat Dekonstruksi – jurnaldekonstruksi.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!