Selat Hormuz Tegang, Iran Peringatkan Kapal Tanker
VISI.NEWS | BANDUNG - Ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin meningkat setelah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Jalur pelayaran yang selama ini menjadi salah satu nadi utama perdagangan energi dunia itu kini berada dalam situasi yang tidak menentu seiring meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di kawasan tersebut harus meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini muncul ketika Selat Hormuz disebut-sebut praktis tertutup akibat eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan situasi keamanan di jalur strategis tersebut belum stabil sehingga kapal tanker yang melintas diminta untuk berhati-hati.
“Selama situasi masih tidak aman, saya pikir semua kapal tanker dan seluruh aktivitas pelayaran harus sangat berhati-hati,” ujar Baghaei dalam wawancara yang dikutip dari CNBC, Selasa (10/3/2026).
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling vital bagi distribusi minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut. Ketika ketegangan meningkat dan aktivitas pelayaran terganggu, pasar energi global pun langsung merespons.
Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus angka USD 100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap terganggunya distribusi minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan Timur Tengah.
Baghaei yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Diplomasi Publik Iran menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi konflik yang mungkin berlangsung dalam waktu panjang. Ia menyebut Iran telah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk skenario militer yang lebih luas.
“Kami akan terus melawan Amerika Serikat dan Israel selama konflik ini berlangsung,” kata Baghaei.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!