Selat Hormuz Tegang, Iran Peringatkan Kapal Tanker
Menurutnya, pemerintah Iran juga telah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk potensi invasi darat dari pihak lawan. Ia menegaskan bahwa negara dan rakyat Iran berada dalam posisi siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul dari konflik tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, Iran juga mengalami perubahan kepemimpinan penting. Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baghaei menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut justru memperkuat solidaritas nasional di dalam negeri.
“Institusi negara, rakyat, dan para pejabat telah menunjukkan bahwa mereka akan bersatu di sekitar kepemimpinan baru,” ujar Baghaei.
Ia juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Washington seharusnya memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan Iran. Baghaei menolak keras pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa kedaulatan sebuah negara tidak boleh dicampuri pihak luar.
“Saya pikir ini adalah prinsip dasar hukum internasional dan etika bahwa setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan pihak asing,” katanya.
Selain ketegangan di Selat Hormuz, Iran juga menjadi sorotan setelah melakukan sejumlah serangan ke fasilitas strategis di negara-negara Teluk. Serangan tersebut mencakup fasilitas desalinasi di Bahrain, kilang minyak di Arab Saudi, serta infrastruktur sipil di Uni Emirat Arab.
Baghaei menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri dari Iran terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!