SKETSA | Rokok
Ternyata berhenti merokok tidak mudah. Saya sampai membaca sebuah buku cara berhenti merokok. Dalam buku itu disebutkan ketika pertama kali merokok, nikotin mencongkel jaringan syaraf di kepala untuk menanamkan dirinya di sana. Sehingga waktu pertama kali merokok ada sedikit rasa pusing. Namun kalau kegiatan merokok itu diteruskan, jumlah nikotin yang bersembunyi dalam kepala itu bertambah besar dan beberapa hari kemudian nikotin memberi kita hadiah rasa nyaman. Ketegangan otak dan pikiran diredam, sehingga muncul kenikmatan dan ketenangan ketika merokok. Syaraf di otak itu seperti daun putri malu, ia berdiri tegak ketika kita sedang terjaga, dari sana muncul rasa ketegangan pikiran. Fungsi nikotin adalah menyentuh daun putri malu tersebut, sehingga rebah. Akibatnya kita merasa relax. Karena tubuh melepaskan dopamin, suatu zat penenang alami yang diproduksi otak.
Namun nikotin itu penumpang yang cerdas di dalam kepala manusia, ketika kita tidak merokok, volume nikotin dalam otak berkurang. Sehingga ia menendang-nendang otak kita, berteriak, agar otak memerintahkan kita untuk segera merokok. Demikian seterusnya sampai kita menjadi kecanduan. Kalau tidak merokok, nikotin mengganggu kita dengan tidak menyentuh putri malu, sehingga kepala menjadi tegang, tidak enak.
Menurut buku itu, cara berhenti merokok adalah bertanding dengan teriakan nikotin yang ada dalam kepala. Kalau kita kuat, nikotin akan kalah. Pada hari pertama berhenti merokok, nikotin akan mengingatkan kita dengan baik-baik agar segera merokok. Hari kedua tidak merokok, nikotin akan lebih galak memberi rasa tidak nyaman, mungkin ia akan memberi kita perasaan resah. Hari ketiga nikotin memberi gangguan tambahan, bisa jadi kita menggigil seperti orang kena influenza. Hari keempat nikotin mulai berteriak, badan kita sangat tidak enak, tidak bisa tidur. Hari kelima adalah teriakan nikotin yang paling kencang, kepala kita dibikin pusing, demam, sakau. Tetapi, kalau hari kelima itu berhasil kita lewati, maka teriakan nikotin akan melemah, badan kita akan membaik, kita menang perang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!