SKETSA | Robot Trading
Kalau begitu, apa yang menyebabkan bisnis Robot Trading ini dapat berjalan. Ternyata para produsen atau penyelenggara Robot Trading menggunakan Skema Ponzi. Untuk bisa memberi margin 15%, si Robot menggunakan uang yang berasal dari member baru. Karenanya si Pembeli Robot diajak untuk menarik teman-temannya agar ikut berinvestasi dengan Robot, dan mereka akan mendapat komisi dari perbuatan mengajak temannya itu. Modus menarik member Robot Trading mirip dengan Binary Option, hanya mekanisme permainannya berbeda. Binary Option meminta member untuk berjudi tebak-tebakkan, sedangkan Robot Trading meminta investor untuk terima beres alias pasrah, nantinya akan dapat margin 15-20% per bulan (yang pada awalnya bisa ditarik secara harian). Sebagaimana Skema Ponzi pada umumnya, para member mula-mula menerima margin dengan lancar, sehingga bersemangat untuk menggaet teman-teman untuk menjadi member. Namun dalam waktu singkat, penarikan uang menjadi tidak mudah, padahal ‘margin’ bertambah terus.
Para penyelenggara Robot pun dapat menghilang dengan mudah, karena mereka tidak punya alamat fisik, semuanya berada di Web. Mereka adalah orang-orang tanpa wujud, hanya hadir di dunia maya. Kalau Polisi masih bisa menangkapnya itu karena mereka belum sempat ngabur ke luar negeri, sehingga bisa dilacak dari ponsel dan IP adress yang mereka gunakan. Sementara penyelenggara Robot yang beroperasi dari luar negeri, paling-paling sambil ngacir cuma bilang “Bye-bye Baby, sampai ketemu di penipuan berikutnya ……..”.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!