SKETSA | Robot Trading

ED
Selasa, 22 Maret 2022 | 06:45 WIB
Bagikan
SKETSA | Robot Trading

Kalau saya pribadi adalah jenis pemain saham jangka pendek. Kalau sedang ga ada kerjaan, saya akan memelototi puluhan grafik saham untuk diputuskan membeli beberapa, sekitar 3 – 5 saham. Karena diprediksi saham-saham itu akan naik besok pagi sampai sore atau beberapa hari kemudian. Begitu saham yang diramalkan memang betul naik, saya akan jual di kisaran +10% margin. Tetapi kadang-kadang ramalan salah juga. Sehingga rugi. Kalau sedang mujur atau pandai bermainnya, gaya model begini bisa menghasilkan +60% setahun. Paling sial, +20% bisa diraup dalam setahun. Namun tidak selalu saham dapat dimainkan, kalau ekonomi tenang-tenang saja atau cenderung hanyut seperti waktu awal pandemi kemaren, maka sebaiknya kita jangan bermain atau berinvestasi saham, karena cuaca ekonomi sedang tidak baik. Saya juga kadang-kadang bosen memelototi kurva-kurva saham, dorongan hati untuk membaca buku, atau menulis, atau nonton film, menjadi lebih besar ketimbang berkutat dengan harga saham. Jika momen-momen seperti itu datang, semua saham saya jual dan uangnya segera bertengger dalam rekening yang bisa kita gunakan secara cash. Karena berselancar di bursa saham adalah perbuatan yang sah dan dilindungi Pemerintah RI. Jadi aman deh.

Boss saya itu, walau sudah tidak menjadi atasan lagi, sangat baik hatinya. Kadang-kadang ia memberi tips berupa info-info yang menginspirasi untuk membeli saham ini atau itu. Pernah juga ia memberi suatu program dalam bentuk Makro Excel yang bisa dicangkokkan pada aplikasi saham kita. Gunanya program Makro itu bisa memudahkan kita ketika mencari saham-saham mana saja untuk kita beli, daripada seharian melototin kurva. Dengan Makro kita bisa dapat rekomendasi 5 sampai 10 saham yang posisi Candle-nya sesuai dengan aspirasi kita. Tetapi, soal judgement saham mana yang benar-benar kita pilih, kapan dibeli dan dijualnya, serta berapa banyak rupiah kita investasikan di saham tersebut, itu sangat bergantung pada preferensi kita sendiri. Makro hanya membantu kita untuk mempercepat decision process saja. Hal yang sama berlaku kalau kita ingin bermain atau berinvestasi pada item dagangan valuta asing (valas) yang pergerakannya jauh lebih cepat dan resikonya lebih tinggi, program Makro bisa digunakan. Tetapi, mengingat karakter saya yang tidak suka aksi cepat, senangnya agak merenung sedikit, atau ngelamun lebih tepatnya, maka bermain saham - yang sedikit lambat pergerakannya ketimbang valas, menjadi lebih cocok untuk saya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.