SKETSA | Robot Trading
Namun setahun terakhir ini ada penawaran menarik di klub-klub saham, tempat para pemain saham ngopi-ngopi sambil ngegayem nachos, suatu program Makro yang bisa menjamin keuntungan 15 - 20% sebulan. Wah janji yang ini memang too good to be true. Katanya, dengan program ini kita ga usah mikir lagi, karena semua transaksi sudah dikerjakan oleh Robot. Kita jangan membayangkan Robot itu seperti Robocop yang bisa jalan-jalan kesana kemari. Atau Robot Gedek yang bisa membunuh bocah tuna wisma. Robot yang dimaksud adalah suatu program komputer untuk jual beli saham atau valas, yang tersedia dalam Website. Di mana untuk menggunakannya kita harus memiliki password yang terproteksi. Kita cukup membeli Robotnya dan setelah itu menyetorkan uang kita pada rekening tertentu, untuk kemudian uang tersebut ditradingkan oleh si Robot. Robotlah, yang super canggih itu, yang akan melototin candle stick dan segala macam kurva saham yang rumit itu, untuk kemudian membeli saham pada keadaan yang tepat (murah) dan menjualnya ketika harga saham atau valas sedang naik. Kita cukup menerima marginnya setiap hari dalam bentuk uang Crypto. Hebat juga ya. Selain mendapat uang dari penjualan Robot , si penjual Robot juga meminta persentase margin keuntungan. Jumlahnya bervariasi, antara 15% sampai 30%. Tergantung merek Robotnya.
Mendengar janji yang menghebohkan itu, banyak teman yang tertarik dan mulai membeli Robot. Ada teman yang mempunyai Robot sampai 6 buah dengan rupa-rupa brand. Brand Robot yang sempat dimainkannya di antaranya adalah Evotrade, Sunton Capital, dan Viral Blast, yang semuanya saat ini sudah digulung Polisi. Ada yang bentuk Robotnya cukup username dan password saja dan setelah membayar / transfer uang akan diantarkan ke Website. Ada juga yang bentuknya berupa kemasan terdiri atas buku panduan, CD program dan souvenir yang dibungkus dengan kardus indah serta mengkilap. Harga Robot juga bervariasi, dari yang berharga Rp 15 juta sampai Rp 160 juta,-
Ide dasar Robot sebagai program yang mempunyai suatu expertise dan bisa memberi advis secara cepat berupa informasi valas atau saham mana harus dibeli agar untung, sebenarnya masuk diakal. Karena hal itu mengingatkan saya pada program Makro yang pernah dicobakan oleh Boss saya. Sebagai orang yang lumayan berpengalaman dalam urusan trading maka saya menghubungi beberapa teman yang jago dalam pemrograman IT. Saya juga menghubungi teman yang punya Start Up Company, untuk memeriksa adakah kemungkinan suatu program dapat menjamin keuntungan 15% bahkan 20% per bulan dalam bertrading valas. Jawabnya adalah tidak mungkin. Teman saya yang ahli software memberi alasan, karena untuk membuat program semacam itu, software harus mengenali pola pergerakan suatu saham atau valas dalam jangka panjang. Sementara si ahli Star Up mengatakan, dia sudah pernah mencoba membuat software semacam itu, hasilnya adalah kadang-kadang untung dan kadang-kadang rugi, malah yang sering adalah ruginya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!