SKETSA | Keluarga Kucing
Saya kadang-kadang berpikir, dengan begitu banyak kucing yang hidup bersama kami, dan mereka mati mendahului, apakah nanti akan bertemu kembali di akherat kelak? Suatu pertanyaan yang konyol tetapi menarik juga untuk direnungkan. Kucing sudah menjadi bagian dari hidup saya, dan kenangannya abadi walau ia tinggal kerangka. Apa yang terjadi dengan saya kalau Kuning mati? Pastinya akan sedih sekali. Ketika saya selesai mandi, berpakaian rapi dan minum kopi sambil memandang ke jendela, saya berharap Kuning akan terus menemani, dengan leyeh-leyeh di lantai atau tertidur di tumpukan buku. Walau ketika Kuning kelak tiada, istri saya akan mengadopsi kucing lagi, ibarat seorang ibu yang terus mengandung dan dari rahimnya keluar kucing yang baru. Tetapi saya masih berharap Kuning akan berumur panjang dan dapat menemani saya selama-lamanya.
Setelah selesai sekolah di Belanda, anak saya kemudian bekerja di luar kota. Sehingga kami praktis hidup cuma berdua saja, bersama kucing di rumah tentunya. Kuning hampir menjadi pengganti anak saya, suatu naluri untuk merawat yang tak pernah hilang dan disalurkannya ke kucing.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!