SKETSA | Keluarga Kucing
Selain memberi makan dan membersihkan pasir, ada juga kesibukan tambahan yaitu memanggil orang dari salon kucing untuk memandikan ketiganya. Walau mereka tidak diperbolehkan keluar rumah, namun kebersihan tetap dijaga. Dan membawanya ke dokter apabila ada kucing yang mencret atau muntah. Tetapi Putih tidak berumur panjang, karena mengidap cancer mulut. Demikian pula Robi, ia menyusul setahun kemudian, menurut dokter ia sakit ginjal. Sejak itu Wolverine tidak lagi diberikan air ledeng, tetapi diberi Aqua untuk minumnya. Menurut dokter, kandungan mineral air pump di rumah kami sangat tinggi, maklum perumahan yang kami tempati dulunya adalah sebuah danau yang diurug. Jadi banyak sedimen yang bercampur ke dalam air tanah. Kucing ras biasanya sangat rentan dengan kesehatan ginjal, jadi pasokan airnya harus dijaga.
Upaya memelihara Wolverine cukup sukses, usianya mencapai 14 tahun, ia kemudian mati karena tua. Setelah 1 tahun tidak ada kucing di rumah, kebiasaan istri saya memelihara kucing rupanya tidak bisa dihentikan. Ia suka memberi makan kucing kampung yang berkeliaran di sekitar rumah. Setelah kegiatan memberi makan berjalan cukup lama, akhirnya kami mengadopsi salah satu kucing kampung itu. Kucing itu jenis American Shorthair, istilah keren untuk kucing kampung yang berbulu tebal dan berwajah lucu dengan kumis yang panjang. Ia kami beri nama Si Kuning, karena warnanya. Kuning mempunyai jam tidur yang panjang, sekitar 18 jam sehari. Ia suka menonton TV dan menduduki apa saja yang sedang saya pegang: buku tulis, majalah, komputer, dan piringan hitam. Rupanya ia ingin saya fokus memperhatikan dirinya saja.
Memang saya punya kebiasaan tidur larut dan butuh mendengar musik serta membaca buku untuk bisa mengantuk. Sehingga, agar tidak mengganggu tidur istri, kalau malam saya mengungsi ke kamar atas sampai tertidur. Kuning biasanya menggedor-gedor kamar atas agar bisa ikut tidur bersama. Praktis saya lebih sering tertidur dengan Kuning ketimbang bersama istri. Ia juga kucing yang cerdas, hampir kami saling mengerti apa yang dimaksudkan satu sama lain. Walau dengan kode-kode yang sederhana. Cerita tentang Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan binatang, benar adanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!