SKETSA | IKN
Jokowi menyebut, dari luas 256 ribu hektare di sana, lokasi ibu kota baru hanya memakai 56 ribu. Menurutnya, banyak lahan-lahan kosong yang nantinya akan dihijaukan. Dan dari 56.000 hektare yang dipakai, sekarang ini hanya dipergunakan 5.000 hektare, artinya justru banyak lahan-lahan yang ingin Jokowi perbaiki dan hijaukan. Lingkungan Pasir Penajam justru akan dihijaukan, karena di sana hutannya memang sudah rusak. Itu yang dikatakan Jokowi ketika diwawancarai oleh BBC Indonesia. Jokowi mengaku, dirinya telah memerintahkan para Menterinya untuk membangun kebun bibit. Total, kurang lebih 17 ribu bibit tanaman disiapkan untuk perbaikan. Nah jadi apalagi dong yang memberatkan IKN? Kalau menurut saya selain soal banjir, ada juga soal ekonomi. Pembangunan tahap awal saja sudah memakan Rp 30 Triliun di APBN 2023, semoga Indonesia punya cukup uang untuk membangun seterusnya sampai IKN itu beroperasi. Dan, semoga yang lainnya adalah, Perang Dunia III tidak terjadi.
Bagaimana nasib Jakarta setelah IKN beroperasi? Jakarta akan tetap saja seperti sekarang, kota bisnis dan pelabuhan. Indonesia di masa depan akan mirip Amerika, ada New York yang seperti Jakarta, tetapi ada ibu kota negara yaitu Washington DC. Ada Jakarta, ada Pasir Penajam. The show must go on. Tetapi diam-diam harga properti di Jakarta mulai berguguran setelah IKN makin hari makin menunjukkan keberadaannya.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!