SKETSA | IKN
Karena tanah gambut adalah tanah yang lembut dan basah, dan dekat dengan laut maka begitu air pasang akan ada gaya uplift yang dapat mengangkat apa saja yang ditanam di bawahnya. Pengalaman saya menanam kabel fiber optic yang membentang dari Samarinda – Balikpapan – Banjarmasin menemui kesulitan dalam pelaksanaannya. Kalau di Jawa, spesifikasi penanaman kabel adalah 1 sampai 1,5 meter dari muka tanah, maka di daerah itu menanam dengan kedalaman 2 meter pun tidak ada artinya. Apa yang kita tanam ketika laut surut, akan muncul ke permukaan tanah esok harinya ketika air pasang. Agar tetap terkubur, maka kabel-kabel itu harus dipasang pemberat sehingga bisa anteng di dalam tanah.
Hal yang sama terjadi ketika membangun jalan, dia akan ambles, kecuali jalan itu diberikan fondasi beton. Orang-orang Rusia yang pertama kali bisa mengakali lahan gambut ini. Pada awal 1960an Soekarno membangun jalan sepanjang 34 km membentang dari Kota Palangkaraya sampai Tangkiling, Kalimantan Tengah - jalan ini biasa disebut Jalan Rusia atau Jalan Tjilik Riwut. Walau jalan ini dibangun di atas permukaan lahan gambut yang labil, namun para insinyur Rusia dapat membuat jalan berkualitas “Super” dan bisa bertahan sampai hari ini, dengan kondisi jalan masih baik dan mulus. Teknik sipil yang diterapkan dalam pembangunan jalan ini dipandang sebagai yang paling efektif diterapkan untuk permukaan gambut hingga saat ini. Keunggulan jalan Rusia terutama disokong dari baiknya perencanaan konstruksi jalan. Sebelum diaspal, tanah gambut tersebut dikerok dulu pada sepanjang area yang akan dijadikan jalan. Setelah digali baru ditimbun sirtu (pasir batu). Karena ditimbun, ada konsolidasi (penguatan) strukur tanah makanya struktur jalannya kuat. Tetapi metode ini bisa diterapkan karena permukaan gambut di jalur yang membentang dari Palangkaraya hingga Tangkiling tersebut tidak terlalu tebal.
Namun bukan berarti permukaan gambut yang dalam tidak bisa diterapkan dengan pola yang sama. Sedalam apapun permukaan gambut masih bisa diterapkan dengan konstruksi yang diterapkan di jalan ini. Sayang cara ini dianggap tidak efisien lantaran bila permukaan gambut terlalu dalam maka waktu dan biaya yang diperlukan menjadi lebih besar. Masalah waktu dan biaya harus perhitungkan. Kalau gambut terlalu dalam ada metode menggunakan pondasi pile (pondasi dengan tiang pancang). Secara biaya ini lebih murah. Karena kalau untuk mengerok lahan gambut sedalam 8 meter, misalnya, waktunya akan sangat lama dan biayanya sangat besar. Disamping itu pemeliharaan jalan harus dilakukan secara berkala/rutin, setiap ada lubang segera ditutup. Disamping struktur tanah yang baik dan drainase juga, faktor overload sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan. Untuk jembatan timbang harus terus dipantau agar jangan ada truk yang berkapasitas besar lewat seenaknya, sehingga jalan gambut itu tidak ambles.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!