SKETSA | IKN
Bagaimana dengan bangunan? Kasusnya sama saja, bahkan lebih parah, semua bangunan harus menggunakan tiang pancang dalam konstruksinya agar tidak ambles. Jadi, membangun di Kalimantan itu biayanya luar biasa besar. Sekarang Presiden kita ingin memindahkan ibukota kita ke lahan yang seperti itu, tepatnya di Pasir Penajam, hanya sejengkal dari Balikpapan. Sungguh pengorbanan yang luar biasa besar. Untuk apa? Menghindari banjir Jakarta yang akan menenggelamkan Jakarta? Pasir Penajam itu tiap tahun terjadi banjir bandang, lebih parah dari Jakarta, karena memang muka tanahnya selevel dengan muka laut. Ibu kota kita akan pindah ke daerah banjir, untuk apa? Satu-satunya alasan yang wajar sesuai dengan semangat Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 adalah demi tercapainya pemerataan pembangunan. Suatu niat yang sungguh mulia. Hendaknya seluruh rakyat Kalimantan, terutama Kalimantan Timur dan Selatan harus cium tangan kalau ketemu Jokowi. Karena Presiden kita demikian cinta sekaligus berkorban jiwa raga untuk memindahkan ibu kota ke daerahmu !
Orang-orang lingkungan hidup, para ekonom dan para intelektual Jakarta mati-matian menyerang Jokowi atas upaya pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) ini. Rata-rata argumennya seperti ini: Pasir Penajam kekurangan suplai air, air apa? Air laut atau air bersih? Kalau air secara umum tidak akan kekurangan, wong itu lahan gambut, air muncul tiada terkira. Tinggal dikelola saja banjirnya, tampung di waduk yang super gede. Tetapi kalau air yang dimaksud adalah air untuk diminum, maka ini mungkin ada persoalan, jangan-jangan air harus dikelola dulu agar bisa diminum. Maka urusan air akan jadi urusan yang mahal.
Serangan yang lain adalah soal nasib nelayan, nanti akan terlantar kalau ada IKN. Justru dengan adanya IKN harusnya nelayan lebih makmur karena sekarang ada konsumen yang lebih banyak yang perlu makan ikan. Bagaimana sih ente? Serangan ketiga adalah nanti terjadi deforestasi di Pasir Penajam kalau ada IKN. Setahu saya sih Pasir Penajam memang sudah gundul hutannya. Setelah para konglomerat dan pembabat hutan mengambil kayunya, tanah di situ ditelantarkan. Justru Jokowi ingin menghijaukan kembali Pasir Penajam. Semoga janji ini benar dan terlaksana. Maklumlah, Jokowi itu dulunya tukang mebel, jadi ia senang menggergaji kayu untuk dijadikan mebel.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!