Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Bitcoin

ED
Kamis, 14 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Bitcoin

Kritik terhadap Bitcoin

Sejarah Bitcoin tidak akan lengkap tanpa menyebutkan sejumlah besar kritik yang telah dihadapi Bitcoin sepanjang keberadaannya lebih dari satu dekade yang lalu. Salah satu yang mengkritik adalah penulis buku “Black Swan”, Nassim Nicholas Taleb, yang menyebutkan mata uang kripto itu hanya gimmick dan memiliki karakteristik seperti skema Ponzi. Menurutnya Bitcoin tidak stabil untuk jadi mata uang yang efektif. Selain itu Bitcoin tidak aman untuk melindungi nilai terhadap inflasi. Karena tidak ada hubungan antara inflasi dan Bitcoin. Sehingga bisa saja Bitcoin mengalami hiperinflasi dan nilainya menjadi nol. Taleb melanjutkan, tidak ada alasan untuk menghubungkan Bitcoin dengan sesuatu yang ekonomis. Dan ia menyebut karakteristik Bitcoin mirip seperti skema Ponzi. Skema tersebut merupakan jenis penipuan saat pelaku mencuri uang dari investor dan menutupinya dengan menyalurkan pengembalian pada klien dari dana yang diberikan oleh investor baru.

Taleb mengaku tertipu oleh Bitcoin karena ia mengira Bitcoin dapat berkembang menjadi mata uang yang mudah ditransaksikan. Namun melihat kenaikan dan penurunan Bitcoin yang tak pasti, telah membuatnya ragu. Karena, sesuatu yang bergerak naik-turun 5% sehari, 20% perbulan, tidak bisa dihandalkan menjadi mata uang. Tanpa dukungan Pemerintah, Bitcoin hanya sebagai alat spekulasi, mirip permainan dan tidak pantas disebut sebagai mata uang. Tahun lalu harga Bitcoin memang mengalami kenaikan gila-gilaan. Pada Oktober nilainya masih US$ 11 ribu namun kemudian menyentuh US$ 65 ribu. Dan kemudian merosot ke level di bawah US $50 ribu. Diperkirakan penyebabnya adalah rencana Presiden AS Joe Biden menaikkan pajak capital gain. Namun yang lebih penting lagi untuk dipertanyakan adalah, kalau Bitcoin nilainya diserahkan ke pasar, maka nilai tersebut apakah dapat dikonversi dengan sesuatu yang lebih real, misalnya emas? Bukankah manusia lebih menyukai suatu nilai lindung yang lebih stabil?.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.