SKETSA | Bitcoin
Pada 18 Agustus 2008, “Bitcoin.org” didaftarkan, kemudian pada 31 Oktober di tahun yang sama, “Satoshi Nakamoto” memposting makalah di milis kriptografi. Makalah itu berjudul A Peer-to-Peer Electronic Cash System, melalui paper itu Satoshi mendeskripsikan suatu “sistem transaksi elektronik P2P (ujung ke ujung) tanpa mengandalkan kepercayaan orang”. Selanjutnya, 3 Januari 2009, Satoshi Nakamoto menciptakan Bitcoin dengan cara meluncurkan jaringan Blockchain. Transaksi pertama di jaringan Blockchain adalah 10 Bitcoin, dikirim ke Hal Finney, salah satu pendukung, pengadopsi, dan kontributor pertama Bitcoin, pada 12 Januari 2009. Peristiwa tersebut disebut sebagai “menambang (genesis) blok Bitcoin”.
Genesis blok Bitcoin memberikan indikasi yang jelas tentang motif Satoshi Nakamoto untuk menciptakan mata uang baru. Peristiwa itu diberitakan oleh koran The London Times edisi 3 Januari 2009. Koran tersebut juga merinci kegagalan Pemerintah Inggris dalam merangsang pertumbuhan ekonomi setelah krisis keuangan 2007 - 2008. Pendorong besar penciptaan Bitcoin adalah kekhawatiran Nakamoto tentang lembaga keuangan yang gagal. Nakomoto ingin Bitcoin dapat memberikan cara agar orang memiliki kendali penuh atas keuangan mereka, tanpa perantara middleman. Secara tradisional, pihak pengirim uang mengandalkan perantara, biasanya Bank, untuk memfasilitasi transaksi. Dengan teknologi Bitcoin dan Blockchain, baik pihak pengirim maupun penerima tidak perlu saling percaya untuk melakukan transaksi dengan Bitcoin. Protokol, atau kode Bitcoin memungkinkan sistem bekerja dan mencapai konsensus tanpa pihak ketiga. Tanpa harus memercayai entitas tempat kita bertransaksi, transaksi peer-to-peer (P2P) yang sebenarnya dapat terjadi.
Dengan berjalannya waktu, harga 1 BTC (keping Bitcoin) yang semula 1 US$ telah berkembang menjadi seperti sekarang. Hal itu dapat terjadi karena Bitcoin diserahkan ke pasar dan peminatnya semakin hari semakin banyak. Sehingga orang mulai mencoba untuk meretas kode Bitcoin. Salah satu peretasan besar pertama terjadi pada tahun 2016, yaitu hacker meretas Bitfinex — salah satu pertukaran Bitcoin paling populer. Peretasan itu menyebabkan 119.756 BTC dicuri dari mereka sehingga menjadi berita utama di seluruh dunia termasuk Majalah Forbes.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!