Bitcoin Dibidik Tembus USD 80.000! Investor Besar Pasang Dua Kaki: Gas dan Rem Sekaligus
VISI.NEWS | BANDUNG - Pasar kripto global kembali memasuki fase penuh ketidakpastian. Harga Bitcoin memang sempat menguat hampir 7% dalam beberapa hari terakhir, namun kini tertahan di kisaran 72.000 dolar AS. Para investor besar atau institusi terlihat belum sepenuhnya yakin untuk melanjutkan reli, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dan perkembangan geopolitik global.
Di balik layar, strategi “dua kaki†tengah dimainkan. Di satu sisi, institusi besar memasang taruhan agresif bahwa Bitcoin akan melonjak hingga 80.000 dolar AS melalui kontrak opsi beli (call options). Namun di sisi lain, mereka juga secara bersamaan membeli perlindungan terhadap penurunan harga (put options), menunjukkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi koreksi tajam.
Fenomena ini tercermin dari aktivitas di pasar derivatif. Menurut perusahaan trading kripto QCP Capital, minat besar terlihat pada opsi terkait ETF Bitcoin spot milik BlackRock, yakni IBIT. Banyak pelaku pasar memasang target kenaikan harga ETF tersebut di atas level 45 dolar AS pada Mei mendatang, dari posisi saat ini di sekitar 40 dolar AS.
Sementara itu, di bursa derivatif kripto global Deribit, opsi dengan target harga Bitcoin 80.000 dolar menjadi salah satu yang paling diminati. Ini menunjukkan optimisme bahwa reli masih berpotensi berlanjut. Namun, tingginya permintaan opsi jual (put) menandakan investor belum siap meninggalkan strategi lindung nilai.
CEO STS Digital, Maxime Seiler, menyebut kondisi pasar saat ini sebagai sinyal jelas bahwa investor institusi masih bermain aman. “Permintaan terhadap perlindungan penurunan tetap kuat. Ini mencerminkan bahwa pasar belum sepenuhnya percaya diri, meski peluang kenaikan tetap ada,†ujarnya.
Ketidakpastian ini tak lepas dari faktor eksternal yang sangat menentukan arah pasar dalam waktu dekat. Salah satunya adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang diperkirakan menunjukkan kenaikan signifikan di atas 3% secara tahunan. Jika inflasi inti melampaui ekspektasi, peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS akan semakin besar—dan ini biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!