SKETSA | Benturan Peradaban (V)
Karenanya Amerika selalu mengandalkan serangan udara, drone dan pemusnahan berskala luas atas suatu daerah yang dicurigai sebagai sarang teroris, hal itu dapat menimbulkan ketidakakuratan informasi dan kesalahan identifikasi keberadaan ‘musuh’. Dan dapat diprediksi bahwa yang menjadi korban serangan adalah rakyat biasa, yang mana hal itu menjadi sumber kebencian dari warga Arab serta memunculkan benih-benih pejuang baru untuk melawan Amerika.
Pembagian Zona Timur Tengah
Pertama kali Timur-Tengah didefinisikan sebagai konsep geopolitik dimulai sejak Perang Dunia II oleh Alfred Thayer Mahan, seorang ahli strategi angkatan laut AS. Ia mendefinisikan Timur Tengah sebagai kawasan di sebelah Timur sekitar gurun bekas Kekaisaran Ottoman. Namun apa yang terjadi sekarang kita melihat Timur Tengah yang bisa dibagi atas beberapa zona. Dalam pengamatan saya, Timur Tengah setidaknya dapat dibagi atas 4 zona, di mana perlakuan Amerika terhadap zona-zona tersebut berbeda satu sama lain.
Zona 1 – Di mana berisi Saudi Arabia yang menjadi penghasil minyak terbesar dunia dengan posisi yang sangat strategis, diapit oleh Laut Merah dan Teluk Persia (gambar 1). Di Arab Saudi ada Kabah sebagai pusat pemersatu orang Islam dunia. Karenanya Amerika Serikat terus menerus menjaga Arab Saudi agar jangan sampai lepas dari pengaruhnya. Bahkan bila ada pemberontakan akar rumput yang ingin menumbangkan Kerajaan, maka Amerika Serikat dengan sigap turun tangan sampai tentaranya masuk ke tanah Mekah.

Zona 2 – Adalah negara-negara Teluk, yang terdiri atas Kuwait, Bahrain, Qatar, UAE, Dubai dan Oman (gambar 2). Negeri-negeri kaya minyak ini kecil ukurannya secara geografis, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya yang juga sedikit maka pendapatan perkapitanya menjadi tinggi. Ada kesadaran dari negara-negara Teluk bahwa cadangan minyak akan habis sehingga mereka berusaha mengembangkan sumber lain seperti perdagangan, pariwisata dan ekspansi investasi ke luar negeri. Bahkan Dubai menginvestasikan sejumlah besar uangnya untuk menjadikan negerinya sebagai negara modern yang menjadi hub lalu lintas perdagangan Timur Tengah. Secara umum negeri-negeri Teluk adalah negeri yang penurut dengan Amerika. Apalagi setelah Irak menyerang Kuwait di tahun 1990 karena tertarik mencaplok minyaknya dan memperluas akses ke teluk Persia - sebagaimana terlihat pada peta di gambar 2, pantai Irak sangatlah sempit, lebarnya cuma 19 km.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!