SKETSA | Benturan Peradaban (V)
Gerakan pertama yang ingin melawan dominasi Barat terhadap Timur Tengah adalah Ikhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir oleh Hasan Al Banna pada tahun 1928. Al Banna bercita-cita mengakhiri sistem partai dan mengarahkan komunitas politik kepada interpretasi teologis teks-teks Islam. Dalam pandangan Al Banna, sistem partai politik adalah berbahaya, dan menyebabkan perselisihan serta kejahatan dalam masyarakat, yang mengancam jalinan komunitas Islam. Keterlibatan Ikhwanul Muslimin dalam ranah politik bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kalangan Islam di negara lain, terutama di seluruh wilayah Arab. Ikhwanul Muslimin menjadi ekstrem ketika Sayyid Qutb memunculkan pemikiran radikal yang mendorong perlawanan frontal terhadap rezim yang dipandang telah menyengsarakan rakyat. Qutb bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1951 dan dalam organisasi tersebut ia mengembangkan pemikiran tentang perlawanan terhadap Barat yang disebutnya jahiliyah. Qutb memandang bahwa pemerintah Mesir tidak Islami, sehingga harus dilawan agar mau menerapkan sistem Islam dalam pemerintahan.
Berkembangnya Ikhwanul Muslimin seiring dengan berdirinya negara Israel yang mengambil sebagian dari tanah Palestina. Pengambilan tanah Palestina ini telah menimbulkan kemarahan dunia Arab. Ali Jadd al Haqq – seorang ulama terkemuka Al Azhar, misalnya, telah menyatakan bahwa kekuatan kolonial yang pernah menjajah negara-negara Arab masih ingin meneruskan penjajahan mereka melalui tangan Zionisme Internasional. Ironisnya, Abdullah - raja Jordania sebagai pemilik tanah yang sesungguhnya, tidak mempedulikan suara kemarahan akar rumput tersebut. Baginya, Palestina hanyalah sebuah desa, sementara tanah Jordania masih luas. Sikap seperti itu merupakan cerminan dari sang raja yang dibesarkan oleh Inggris. Abdullah menjadi penguasa Jordania pada tahun 1921, setelah ia bekerjasama dengan Inggris menumbangkan kekuasaan Ottoman.
Kiranya sikap Abdullah ini yang membuat pemikiran Ikwanul Muslimin tentang penumbangan rezim-rezim korup didikan Barat di Timur Tengah menjadi valid. Abdullah kemudian dibunuh oleh para pemberontak Palestina pada tahun 1951 ketika sedang mengunjungi mesjid Al Aqsha di Jarusalem. Ia digantikan oleh Talal, anaknya. Gerakan Ikhwanul Muslimin ini, walau organisasinya dibubarkan dan pemimpinnya ditangkapi, tetap saja tumbuh. Setidaknya di dalam Mesir sendiri, gerakan ini pernah membuat rezim berganti dengan membunuh Presiden Anwar Sadat di tahun 1981 karena inisiatifnya untuk berdamai dengan Israel. Dan Ikhwanul Muslimin pula yang telah menjadikan Mohammad Morsi sebagai Presiden Mesir yang kelima di tahun 2012.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!