"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Benturan Peradaban (II)

ED
Rabu, 2 Maret 2022 | 05:44 WIB
Bagikan
SKETSA | Benturan Peradaban (II)

Oleh Syakieb Sungkar

SEPERTI halnya suku-suku dan bangsa-bangsa, peradaban juga memiliki struktur politis. Sebuah negara akan mengidentifikasi secara kultural dengan salah satu peradaban, sebagaimana Mesir yang mengidentifikasi diri dengan peradaban Arab-Islam dan Italia dengan peradaban Eropa Barat. Setiap peradaban memiliki wilayah yang diidentifikasi sebagai suatu sumber utama kebudayaan, atau negara inti yang banyak memiliki kekuatan. Bagaimana dengan Indonesia yang tidak masuk dalam peradaban manapun? Apakah akan dianggap sebagai negara yang tidak mempunyai kekuatan? Huntington memasukkan Indonesia ke dalam negara-negara yang terpisahkan oleh garis persinggungan sivilisasional, setara dengan Sri Lanka dan Ethiopia, yang rawan terpecah karena adanya dua peradaban (Islam – Kristen). Maksudnya begini, secara tersirat ia ingin mengatakan bahwa Indonesia itu gampang pecah karena adanya perbedaan pandangan Islam dan Kristen. Memang ketika itu, setelah Reformasi 1998 ada konflik Ambon dan dilanjutkan dengan konflik Poso. Itulah yang dilihat oleh Huntington, Indonesia hanya sesempit Ambon dan Poso. Ia tidak tahu bahwa Indonesia itu sungguh luas, Ambon dan Poso hanya bagian kecil dari Indonesia. Cara Huntington melihat Indonesia itu tipikal orang bule kalau melihat Bali, dia pikir Indonesia itu cuma seluas Bali.

Baca juga SKETSA | Benturan Peradaban (I) SKETSA | Blois SKETSA | Ukraina SKETSA | WAG SKETSA | Facebook

Pentingnya identitas suatu bangsa ditunjukkan oleh Huntington dalam kasus Turki. Setelah berakhirnya Perang Dingin, terjadi dislokasi sebagai dampak perkembangan ekonomi dan politik yang tidak menentu. Peran Turki yang dahulu oleh NATO ditempatkan sebagai “benteng pertahanan Barat di Timur” untuk menghambat Uni Soviet, kemudian tidak diperlukan lagi. Dengan itu berkembang persoalan penting seputar identitas nasional dan identifikasi etnis di Turki, dan agama memberikan jawaban. Sekularisme Attaturk selama 2/3 abad tampaknya semakin terancam. Karena upaya Turki untuk “menjadi Eropa” tidak diterima di Barat, memunculkan reaksi balik, yaitu munculnya Islamic-style: jenggot dan jilbab berkembang pesat, mesjid semakin riuh dikunjungi jemaah, dan toko-toko buku kemudian dipenuhi dengan literatur yang mengagungkan dinasti Ummayah dan pelestarian ajaran Nabi Muhammad. Di tahun 1993, ditemukan 290 penerbit, 30 saluran televisi tidak resmi dan 300 media massa yang mempropagandakan ideologi Islam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.