SKETSA | Benturan Peradaban (I)
Para aktivis kelompok-kelompok fundamentalis Islam bukanlah kaum tani atau kaum konservatif yang tidak terpelajar. Kebangkitan keagamaan merupakan fenomena yang melanda masyarakat urban yang berwawasan modern, sangat berpendidikan, memiliki karir dalam berbagai profesi, baik dalam pemerintahan maupun dunia bisnis. Di kalangan umat Islam, banyak dijumpai anak muda yang religius tetapi orang tua mereka sekuler. Agama memberi makna serta petunjuk bagi kalangan elite dalam masyarakat yang tengah mengalami modernisasi, untuk mengimbangi dominasi bangsa-bangsa lain. Reafirmasi Islam apapun bentuknya, berarti penolakan terhadap pengaruh Eropa dan Amerika. Dalam pengertian ini, kebangkitan agama-agama non-Barat adalah manifestasi paling nyata dari gerakan anti-Westernisasi, tetapi bukan penolakan terhadap modernitas, sebuah penolakan terhadap Barat dan paham-paham sekuler.
Huntington mengatakan, kebangkitan agama merupakan fenomena global. Itulah bukti paling nyata dari penegasan-penegasan dan tantangan-tantangan kultural yang diarahkan pada Barat yang datang dari Asia dan masyarakat-masyarakat Islam. Kemajuan ekonomi semakin memperkuat posisi negara-negara Asia. Masyarakat Asia yakin bahwa keberhasilan ekonomi merupakan hasil kebudayaan Asia, yang lebih unggul dari Barat. Ketika negara-negara Asia, karena kemajuan yang dicapai dalam bidang ekonomi, semakin yakin pada kemampuan sendiri, umat Islam menegaskan bahwa ajaran Islam merupakan satu-satunya sumber identitas, makna, stabilitas, legitimitas, kemajuan, kekuatan, dan harapan – yang dinyatakan dalam slogan “Islam merupakan jalan keluar”. Kebangkitan Islam ini merupakan fase akhir dari hubungan antara Islam dengan Barat, dan bentuk luas dari gerakan intelektual, kultural, sosial, dan politis yang menyebar di seluruh dunia. John L. Eposito memperjelasnya dengan, meningkatnya perhatian terhadap ajaran-ajaran agama – menghadiri mesjid, shalat, puasa, serta pemakaian busana muslim, dan revitalisasi sufisme. Demikian pula penegasan kembali ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan: berkembangnya perbankan dan lembaga-lembaga pendidikan yang Islami. Pemerintah maupun gerakan oposisi menjadikan Islam sebagai pijakan untuk memperkuat posisi mereka dan memperoleh dukungan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!