Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Adorno

ED
Jumat, 11 Maret 2022 | 06:45 WIB
Bagikan
SKETSA | Adorno

Pada akhirnya Adorno menjadi skeptis dengan penggunaan akal budi, seperti yang diuraikannya dalam Dialectic,

Tindakan dan hasrat manusia persis seperti jika saya berurusan dengan garis, bidang (geometri) dan tubuh. Bertentangan dengan imperatif kategoris, yang semuanya lebih sesuai dengan akal budi murni, akal budi memperlakukan manusia sebagai benda, bendalah yang menjadi pusat wahana perilaku .

Selanjutnya Adorno mengatakan, formalisasi akal budi hanyalah ungkapan intelektual dari mekanisasi produksi. Sarana-sarana difetishkan, dan menyerap kesenangan. Sebagaimana teori pencerahan berubah menjadi ilusi-ilusi, dominasilah yang tetap hidup sebagai tujuan dalam dirinya, dalam bentuk hasil-hasil ekonomi. Manusia dengan sarana dan tugasnya bertujuan hanya untuk memperkaya diri sendiri, itulah yang menjadi inti dari semuanya.

Dialektika Negatif

Adorno berkolaborasi dengan Max Horkheimer, dalam mendalami dialektik pada estetika. Idea dealektik mereka berbeda dengan pemikiran Hegel dan variasi Marx yang asli. Dialektika mereka adalah negatif . Artinya tidak memberikan sintesa idealisme yang positif, yaitu dengan menolak tesis dan antitesis, dan mereka juga menolak kerja hukum obyektif materialisme sejarah. Dialektika yang digagas Adorno dan Horkheimer adalah dialektika yang terkonsentrasi pada obyek dalam realitas yang terpecah dan antagonis.

Melanjutkan penolakannya pada reifikasi yang telah dilakukan oleh kapitalisme, Adorno melihat adanya penyeragaman pada kebudayaan sebagai dampak dari proses reifikasi tersebut.  Dalam Dialectic pada halaman 94-100, Adorno menyoroti kebudayaan sekarang telah memberikan label yang sama terhadap segala sesuatu. Film, radio dan majalah menyusun sebuah sistem yang seragam secara keseluruhan. Aktivitas estetik telah tunduk pada sistem yang baku. Misalnya, perumahan di kota besar, dirancang untuk mengekalkan individu sebagai unit yang mandiri namun patuh pada kekuasaan absolut kapitalisme. Karena, penduduk sebagai konsumen yang mencari kerja dan kesenangan, diorganisasikan sebagai kesatuan mikrokosmos. Di mana makrokosmosnya memberikan suatu model kebudayaan untuk manusia yang berupa identitas palsu. Manusia dimonopoli oleh suatu kebudayaan massa yang membuat semua orang menjadi identik dalam garis kerangka kerja yang artifisial. All mass culture under monopoly is identical. Dalam masyarakat yang seperti itu, film dan radio tidak berpretensi menjadi suatu seni. Film dan radio didesign sebagai bisnis semata. Mereka diubah menjadi ideologi untuk mensahkan sampah yang mereka hasilkan secara sengaja. Mereka menyebut film dan radio sebagai industri, yang menyebarkan pemikiran-pemikiran agar orang tidak ragu terhadap kegunaan produk mereka secara sosial.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.