Siti Muntamah: Butuh Rp 720 Miliar untuk Tebus Ijazah Siswa SMK di Jabar
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 5 Februari 2025 | 07:31 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mempertanyakan ketersediaan anggaran untuk menebus ijazah siswa yang masih ditahan oleh sekolah swasta akibat tunggakan biaya pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Komisi V DPRD Jabar, Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jabar, dan Dinas Pendidikan (Disdik) di Kantor DPRD Jabar, Senin (3/2/2025).
Menurut Siti, berdasarkan pendataan sementara di 14 kabupaten/kota, total kebutuhan biaya untuk menebus ijazah siswa SMK saja telah mencapai angka fantastis, yaitu Rp 720 miliar.
"Yang baru disampaikan data itu adalah SMK. Baru 14 Kota/Kabupaten saja, sudah membutuhkan Rp 720 miliar," ungkapnya.
Pendataan masih terus berlangsung dan hasil akhir belum diketahui. Namun, Siti pesimistis bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mampu menanggung seluruh biaya tunggakan siswa tersebut.
"Ini juga semua pada enggak tahu, nanti dibayarkan pakai anggaran dari mana. Takutnya sudah dibuat begini-begitu, ternyata enggak bisa dibayar, cuma dapat ramai dan saya juga kurang setuju kalau ini digaduhkan," tegasnya.
Sebagai upaya penyelesaian, Siti menyebutkan bahwa hasil sementara dari pertemuan dengan FKSS dan Disdik adalah rencana pembuatan nota kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
"MoU antara sekolah dengan orang tua. Sekolah swasta ini memiliki peran yang sangat penting, untuk itu kita cari jalan keluar terbaiknya, untuk tetap memberikan kenyamanan, penghormatan sekaligus juga konsiderans dari apa namanya MoU yang sedang dibahas oleh Disdik," ujarnya.
MoU tersebut diharapkan menjadi dasar bagi solusi yang mengakomodasi kepentingan siswa, orang tua, dan sekolah swasta agar ijazah yang tertahan dapat segera diberikan tanpa memicu masalah lebih besar. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!