Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Sikapi Hasil G-20, Kurniasih Ingatkan Keberpihakan Anggaran Kesehatan dalam Negeri

ED
Minggu, 20 November 2022 | 12:19 WIB
Bagikan
Sikapi Hasil G-20, Kurniasih Ingatkan Keberpihakan Anggaran Kesehatan dalam Negeri

VISI.NEWS | JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang baru saja usai digelar di Bali menghasilkan beberapa resolusi salah satunya Pandemic Fund atau dana darurat global untuk menghadapi pandemi pada masa mendatang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyebutkan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menginisiasi pandemic fund harus diikuti dengan keberpihakan anggaran kesehatan dalam negeri.

Kurniasih menyebut keberpihakan anggaran kesehatan dalam negeri bisa dimulai dengan berdikari dalam bidang obat dan alat kesehatan. Ia mengungkapkan, pandemic fund akan berguna bagi Indonesia jika kemandirian obat dan alat kesehatan sudah rampung dilakukan.

"Jika obat dan alat kesehatan masih bergantung ke negara lain maka sama halnya kita masih mengandalkan impor. Meski dalam skema hibah misalnya masih ada dana talangan untuk mendatangkan obat dan alat kesehatan dari luar negeri dan mendistribusikannya ke seluruh daerah. Pandemic fund secara global mesti diikuti dengan kemandirian obat dan alat kesehatan, itu harga mati," papar Kurniasih dalam keterangannya, Jumat (18/11/2022), dilansir dari laman resmi DPR RI.

Komitmen keberpihakan anggaran dalam negeri selanjutnya yang masih jadi catatan adalah kepedulian terhadap tenaga kesehatan honorer. Saat ini masih ada 213.249 tenaga kesehatan honorer sementara formasi perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan masih jauh di bawah angka tersebut.

Belum lagi persyaratan teknis yang harus dilalui untuk ikut dalam seleksi PPPK seperti harus memiliki kualifikasi Pendidikan sesuai dengan formasi jabatan fungsional yang dilamar dan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan memiliki masa kerja sesuai dengan formasi Jabatan Fungsional yang dilamar, dengan masa kerja antara 2 sampai 5 tahun sesuai jenjangnya.

"Tenaga kesehatan honorer ini khusus karena kemampuan mereka khusus dan ditempuh dengan pendidikan yang khusus pula sehingga tidak semua orang bisa mengisi. Sementara penghargaan terhadap tenaga kesehatan honorer masih terbatas, padahal sudah terbukti dalam menangani pandemi dan krisis kesehatan lainnya," ujar Kurniasih.

Belum lagi persoalan anggaran kesehatan seperti tertunggaknya dana BPJS Kesehatan untuk RS Swasta, pembangunan Fasilitas Pelayanan Kesehatan khususnya Puskesmas yang belum merata di daerah 3T termasuk jumlah tenaga kesehatan yang sangat timpang dengan jumlah penduduk berikut persoalan persebaran.

"Inisiasi global harus diikuti dengan komitmen kuat perbaikan kualitas kesehatan dalam negeri, sehingga apa yang nampak hebat di luar juga terasa adanya perbaikan nyata di masyarakat. Tidak jauh panggang daripada api," tutup Politisi F-PKS ini. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.