Siapa yang Paling Utama Menerima Sedekah? Ini Urutannya Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sedekah adalah salah satu amal ringan namun berpahala besar yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis, menegaskan keutamaannya sebagai bentuk pengorbanan harta yang mendatangkan pahala.
Salah satu ayat yang menekankan keutamaan sedekah adalah Surah Al-Baqarah ayat 274. Dalam ayat itu, Allah menjanjikan pahala dan ketenangan hati bagi mereka yang menginfakkan hartanya, baik di siang maupun malam hari, secara diam-diam atau terang-terangan.
Artinya: "Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih."
Selain itu, dalam hadis riwayat Abu Umamah RA, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sedekah akan dibalas sepuluh kali lipat. Bahkan, dalam konteks pinjaman kepada orang yang membutuhkan, ganjarannya lebih besar lagi.
"Seseorang masuk surga, lalu dia melihat tulisan di atas pintu surga 'Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan pinjaman dibalas 18 kali lipat." (Hadits shahih, termuat dalam Ash Shahihah)
Mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 215, Allah menjelaskan secara berurutan siapa saja yang paling utama menjadi penerima sedekah: orang tua, kerabat dekat, anak yatim, orang miskin, dan musafir.
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
BACA JUGA
Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur
يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Artinya: "Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." Para ulama seperti Imam Baghawi dan Imam Nawawi juga menegaskan bahwa sanak keluarga, terutama yang fakir, miskin, atau memiliki utang, menjadi prioritas utama dalam pemberian sedekah. Ini termasuk istri, anak, saudara, hingga pelayan rumah tangga. Rasulullah SAW juga memberikan panduan praktis dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Saat seseorang menanyakan kepada beliau siapa yang paling berhak menerima sedekah dari rezekinya, Rasul menjawab secara bertahap: "Bersedekahlah!" Seseorang menanggapi, 'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki).' Rasul berkata, 'Bersedekahlah untuk dirimu.' Ia berkata, 'Saya masih punya sisanya.' Kata Rasul, 'Berikan kepada istrimu.' Ia berkata, 'Masih ada yang lain.' Kata Rasul, 'Berikan kepada anakmu!' 'Masih ada yang lain.' Rasul berkata, 'Berikan kepada pelayanmu!' 'Masih ada yang lain.' Rasul berkata, 'Terserah kamu (kamu lebih tahu)." (HR An Nasa'i) Dengan demikian, Islam menekankan bahwa sebelum bersedekah ke luar, tunaikan dulu hak-hak keluarga yang membutuhkan. Memberi kepada keluarga bukan hanya sedekah, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan spiritual. Sedekah bukan sekadar berbagi, tapi jalan untuk meraih pahala berlipat serta memperkuat hubungan kekeluargaan dan sosial. Pastikan niatnya ikhlas dan sesuai prioritas. Wallahu a’lam. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!