Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Setahun Lebih Oplos LPG 3 Kg di Sukabumi, Dua Tersangka Diringkus

Desi Rossilawati Andri Somantri
Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:25 WIB
Bagikan
Setahun Lebih Oplos LPG 3 Kg di Sukabumi, Dua Tersangka Diringkus

Polisi menunjukan barang bukti kasus pengoplosan LPG bersubsidi ukuran 3 Kg ke tabung 12 Kg dan 50 Kg./visi.news/ist.

"Kurang lebih satu minggu, sekitar tiga kali yang bersangkutan melakukan aktivitasnya. Sekitar satu kali kegiatan yang bersangkutan memerlukan 300 tabung gas subsidi untuk dipindahkan ke tabung gas 12 Kg dan 50 Kg," ujarnya.

Rinciannya untuk tabung 12 Kg dibutuhkan 3 hingga 4 tabung gas 3 Kg, sedangkan 50 Kg diisi 17 tabung gas 3 Kg.

Gas Oplosan Dijual ke Warung 

Setelah dioplos, gas tersebut kemudian dijual kepada sejumlah toko dan warung yang menjual tabung gas ukuran 12 Kg dan 50 Kg.

"Ke toko-toko, ke warung-warung yang memperjualkan tabung gas 12 kg maupun 50 kg," ujarnya.

Gas oplosan itu dijual dengan harga normal. Sehingga para pembelinya tidak merasa curiga. Selain itu, tersangka melengkapi tabung gas oplosan dengan segel.

"Itukan salah satu modus, jadi para pembeli tidak mencurigai bahwa tabung ini adalah hasil oplosan. Bahwa mereka sudah mempunyai segel hampir menyerupai dengan yang dikeluarkan oleh pemerintah.Ya, mungkin kalau dari tutup QR code, kalau lebih dijeli lagi ada sedikit perbedaan. Namun kalau sekilas itu terkesan mirip," ujarnya.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sebuah kendaraan Pickup, ratusan tabung LPG 3 Kg, yang terdiri dari 108 tabung berisi gas, 148 tabung kosong. Selanjutnya 35 tabung LPG 12 Kg dan 8 tabung LPG 50 Kg.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.