Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Sejarah Panjang di Balik Penetapan 1 Mei Sebagai Hari Buruh Internasional

Desi Rossilawati
Kamis, 1 Mei 2025 | 06:55 WIB
Bagikan
Sejarah Panjang di Balik Penetapan 1 Mei Sebagai Hari Buruh Internasional

VISI.NEWS | BANDUNG - Tanggal 1 Mei secara global ditetapkan sebagai Hari Buruh. Bagi banyak buruh di dunia, 1 Mei adalah simbol perjuangan panjang melawan eksploitasi, menuntut keadilan, dan memperjuangkan hak-hak dasar pekerja.

Peristiwa di Chicago, Amerika Serikat pada abad ke-19 menjadi pemicu ditetapkannya 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, yang juga dikenal sebagai May Day. Peringatan Hari Buruh Internasional juga diadopsi di Indonesia hingga saat ini. Untuk lebih memahami sejarah penetapan Hari Buruh Internasional dan kemunculannya di Indonesia, simak ulasannya berikut ini!

Berawal Dari Tuntutan 8 Jam Kerja

Mengutip National Museum of American History, pada era pasca-Perang Saudara di Amerika, industrialisasi berkembang pesat. Namun, ada hal yang harus ditumbalkan dari kemajuan ekonomi Amerika. Yakni, para buruh yang tereksploitasi. Mereka tercatat bekerja selama 10 hingga 16 jam kerja per hari, enam hari seminggu, tanpa perlindungan dan jaminan keselamatan. Dari kondisi tersebutlah gerakan buruh mulai bangkit.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah mewujudkan delapan jam kerja sehari. Organisasi-organisasi buruh bersatu dalam Federation of Organized Trades and Labor Unions (cikal bakal American Federation of Labor) yang kemudian menetapkan tanggal 1 Mei 1886 sebagai hari aksi besar-besaran untuk menuntut perubahan. Salah satu pusat industri Amerika, yakni Chicago, menjadi salah satu kawasan tempat buruh bersuara. Ribuan buruh di Chicago turun ke jalan. Lebih dari 30 ribu pekerja melakukan mogok kerja, disusul dengan demonstrasi di berbagai kota industri lain seperti New York dan Cincinnati. Aksi damai tersebut memuncak pada sebuah tragedi yang kini dikenang sebagai Haymarket Affair. Mengutip Encyclopaedia Britannica, pada tanggal 4 Mei 1886, sekitar 1.500 orang berkumpul di Haymarket Square, Chicago, dalam aksi damai menuntut keadilan atas bentrokan sebelumnya di pabrik McCormick yang menewaskan buruh. Menjelang akhir demonstrasi, ketika suasana mulai tenang, sebuah bom tiba-tiba dilemparkan ke arah polisi. Ledakan itu menewaskan satu polisi seketika dan menyebabkan baku tembak yang menewaskan tujuh polisi dan setidaknya empat warga sipil. Puluhan lainnya luka-luka. Pihak berwenang bereaksi keras. Delapan tokoh buruh dan anarkis ditangkap, meski tak ada bukti kuat mereka melempar bom. Empat dari mereka dihukum mati, satu bunuh diri di sel, sementara tiga sisanya dipenjara. Kasus ini memicu kecaman luas dan menjadi simbol represi terhadap gerakan pekerja. Tragedi Haymarket menjadi titik balik yang pahit namun monumental. Di mata buruh sedunia, darah yang tertumpah di Chicago justru memperkuat solidaritas dan mempercepat lahirnya peringatan Hari Buruh. May Day Mendunia

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.