Sejarah dan Makna Hari Waisak dalam Tradisi Buddhis
Di Indonesia, Candi Borobudur menjadi pusat perayaan Waisak nasional. Rangkaian acara biasanya sudah berlangsung beberapa hari sebelum puncak perayaan. Prosesi Waisak dimulai dari Candi Mendut, melewati Candi Pawon, lalu menuju Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah bahkan negara lain datang mengikuti kirab suci ini. Dilansir dari laman web Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), salah satu ritual penting dalam rangkaian Waisak adalah pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung serta penyalaan obor Waisak dari api abadi Mrapen di Grobogan. Dua unsur ini disatukan dan dibawa dalam kirab sebagai simbol pemurnian batin. Ada pula praktik pindapata, yaitu pemberian dana makanan atau kebutuhan pokok oleh umat kepada para bhikkhu. Bagi umat Buddha, ini adalah kesempatan berbuat kebajikan yang besar. Puncak Waisak ditandai dengan meditasi bersama saat detik-detik bulan purnama, yang pada tahun ini jatuh pada pukul 23.55 WIB. Setelah itu, langit malam di atas Borobudur diterangi ribuan lampion yang dilepaskan sebagai simbol pelepasan harapan dan doa. Perayaan Waisak tak lepas dari semangat perjuangan Siddharta Gautama dalam mencapai pencerahan. Menurut cerita yang diajarkan dalam teks Buddhis, tekad menjadi Buddha sudah muncul sejak kehidupan beliau sebagai Petapa Sumedha pada masa Buddha Dipankara. Ketekunan dan semangat pantang menyerah ini menjadi cermin bagi umatnya. Tahun ini, peringatan Waisak 2569 BE di Indonesia jatuh pada 12 Mei 2025. Adapun tema nasional yang diangkat tahun ini adalah 'Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia.'
Tak Hanya Waisak
Meski Waisak adalah hari raya terpenting dalam agama Buddha, umat Buddha juga merayakan hari-hari suci lainnya. Di antaranya adalah Ashada yang dirayakan tiap bulan Juli untuk memperingati Khotbah Pertama Buddha, Kathina yang berlangsung pada akhir masa vassa (retret hujan), dan Magha Puja yang memperingati berkumpulnya 1.250 Arahat yang ditasbihkan langsung oleh Sang Buddha.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!