Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Sejarah dan Makna Hari Waisak dalam Tradisi Buddhis

Desi Rossilawati
Minggu, 11 Mei 2025 | 08:30 WIB
Bagikan
Sejarah dan Makna Hari Waisak dalam Tradisi Buddhis

VISI.NEWS | BANDUNG - Waisak merupakan hari suci umat Buddha, yang setiap tahunnya diperingati secara nasional dan bahkan menjadi hari libur resmi di Indonesia.

Penetapan Waisak sebagai hari libur nasional sudah diberlakukan sejak Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983, sejajar dengan Hari Raya Nyepi. Setiap purnama di bulan Waisak, umat Buddha memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gotama. Yakni kelahiran, pencerahan sempurna, dan wafatnya.

Tiga peristiwa inilah yang menjadi dasar kenapa hari raya ini juga dikenal sebagai Hari Trisuci Waisak. Untuk bahasan lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Hari Raya Waisak?

Kata Waisak berasal dari dua bahasa, yaitu Vaisakha dalam Sansekerta dan Vesakha dalam Pali. Keduanya merujuk pada nama bulan dalam kalender Buddhis. Pada kalender Masehi, perayaan ini umumnya berlangsung antara akhir April hingga awal Juni. Dalam tradisi Theravada, Waisak dianggap sebagai hari paling suci karena memperingati tiga momen penting. Ketiga peristiwa tersebut adalah kelahiran Siddharta Gautama di Lumbini pada 623 SM, pencapaian Penerangan Sempurna di Bodhgaya pada usia 35 tahun di tahun 588 SM, dan wafatnya di Kusinara pada 543 SM dalam usia 80 tahun.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, Waisak bukan sekadar upacara seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi ajang refleksi untuk meneladani nilai-nilai kebajikan yang diajarkan Sang Buddha. Dalam Dhammapada XIX:296 disebutkan, 'Mereka yang merenungkan kebajikan luhur Sang Buddha sepanjang siang dan malam, yang senantiasa sadar, adalah siswa-siswi Buddha Gotama.' Karena itu, umat Buddha menyambut Waisak dengan berbagai kegiatan yang memperkuat spiritualitas mereka. Sebelum hari raya tiba, vihara biasanya dibersihkan, ziarah ke makam leluhur dilakukan. Beberapa orang juga mengunjungi makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan. Pada hari Waisak, umat berkumpul untuk melakukan puja dan meditasi, terutama pada detik-detik puncak bulan purnama. Perayaan Waisak di Indonesia

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.