SCG Siap Sulap Karangpara Jadi Desa Wisata Mandiri
Desa Wisata Karangpara yang digelar di kawasan Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kabupaten Sukabumi. /yt/tangkapan layar
VISI.NEWS | SUKABUMI – SCG melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Karangpara menjadi desa wisata mandiri dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diumumkan dalam acara Peluncuran Desa Wisata Karangpara yang digelar di kawasan Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan SCG terhadap program Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Karangpara sendiri menjadi salah satu dari 31 desa wisata yang tengah dikembangkan pemerintah daerah sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Melalui program SCG GESARI (Gerakan Desa Berdikari), perusahaan akan memperkuat kontribusinya dalam pengembangan potensi wisata lokal, pemberdayaan masyarakat, penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta peningkatan kapasitas pengelola wisata agar mampu mengelola destinasi secara profesional dan berkelanjutan.
Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., menegaskan bahwa Karangpara memiliki posisi strategis sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menawarkan keindahan panorama alam, tetapi juga memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan konservasi yang tinggi karena karakteristik bentang alam geologinya yang unik.
"Karangpara merupakan salah satu kawasan wisata alam unggulan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki keunikan bentang alam geologi yang sangat menarik. Selain memiliki nilai keindahan wisata, kawasan Karangpara juga memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan konservasi yang sangat penting. Oleh sebab itu, pengembangannya harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan prinsip pelestarian lingkungan dan berkelanjutan," ujar Asep Japar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peluncuran Desa Wisata Karangpara.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membangun destinasi wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Anawat Pornpunyapat, menjelaskan bahwa dukungan SCG tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas wisata, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola organisasi wisata.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam pembinaan kelompok pengelola wisata dari berbagai aspek, mulai dari penguatan kepengurusan dan organisasi, pengembangan model bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran wisata. Harapannya, dukungan ini mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola potensi wisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan," katanya.
Program pengembangan Karangpara akan dijalankan secara bertahap melalui Rencana Pengembangan Bisnis Karangpara 2026–2030 yang dipaparkan SCG bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi di hadapan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Tahap pertama adalah **Reaktivasi (2026)** yang difokuskan pada penguatan fondasi desa wisata. Program ini mencakup pembentukan kembali identitas wisata berbasis panorama alam, pengembangan paket wisata, peningkatan akses dan fasilitas pendukung, promosi destinasi, pelatihan masyarakat, serta pengembangan potensi UMKM lokal.
Tahap berikutnya adalah **Penguatan (2027–2028)** yang diarahkan pada peningkatan variasi paket wisata, pengembangan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM, penyelenggaraan kegiatan wisata secara rutin, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan bernilai tambah.
Sementara itu, tahap **Konsolidasi (2029–2030)** akan berfokus pada pembangunan ekosistem wisata yang berkelanjutan melalui perluasan jaringan kerja sama dengan pelaku usaha lokal maupun sektor korporasi, serta pemeliharaan fasilitas wisata agar tetap menjadi destinasi unggulan dalam jangka panjang.
Sebagai langkah awal implementasi program, SCG akan mendukung pembangunan area piknik dan pengembangan Taman Bunisora di kawasan Desa Wisata Karangpara.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dan budaya.
Pengembangan Taman Bunisora dirancang selaras dengan filosofi kehidupan masyarakat Sunda yang menekankan keharmonisan dengan alam, semangat gotong royong, serta pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain fokus pada sektor wisata, SCG juga memanfaatkan momentum peluncuran Desa Wisata Karangpara untuk memperkenalkan sejumlah UMKM binaan Program SCG GESARI yang mengusung konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan.
Salah satu UMKM yang tampil adalah Naya Furniture yang mengolah material bekas menjadi produk furnitur bernilai ekonomi tinggi. Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga nilai estetika yang menarik.
SCG juga menghadirkan Mandiri Konveksi, pelaku usaha yang memanfaatkan bahan daur ulang, termasuk kemasan semen bekas dan berbagai material sisa lainnya, menjadi produk tas kreatif dan ramah lingkungan.
Inovasi tersebut menjadi contoh penerapan konsep upcycling yang mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai jual.
UMKM lainnya yang turut berpartisipasi adalah E-Mission, produsen lilin aromaterapi yang memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku utama. Produk tersebut menunjukkan bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang aman digunakan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Kehadiran berbagai UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya SCG untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dan penerapan gaya hidup berkelanjutan.
Program pengembangan Desa Wisata Karangpara merupakan implementasi nyata dari prinsip bisnis **Inclusive Green Growth** yang diusung SCG, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui pendekatan tersebut, SCG tidak hanya berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian desa, pelestarian lingkungan, dan penguatan identitas budaya lokal.
Kolaborasi antara SCG, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjadikan Karangpara sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Dengan potensi alam yang unik, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta keterlibatan aktif masyarakat, Desa Wisata Karangpara diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun ke depan dan mampu memberikan kebanggaan bagi masyarakat daerah tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!