Saudi Blokir Dana Haji 2027, Indonesia Kirim Nota Diplomatik
Ia mengakui bahwa terdapat persoalan dalam proses penerapan istitha'ah kesehatan pada penyelenggaraan haji 2026. Sejumlah jemaah yang secara persyaratan kesehatan masih dinyatakan memenuhi ketentuan di Indonesia ternyata memiliki kondisi kesehatan yang kemudian menjadi persoalan ketika berada di Arab Saudi.
“Ini memang harus koreksi kita. Makanya berulang kali Pak Menteri bilang, ini istitha'ah tahun ini akan sangat ketat. Di daerah ini tetap ada yang lolos. Nah, itu memang koreksi,” kata Dahnil.
Menurut dia, evaluasi tersebut menjadi penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan haji berikutnya. Pemerintah perlu memperketat proses pemeriksaan kesehatan dan memastikan data kesehatan jemaah benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Permintaan Verifikasi
Pemerintah Indonesia kini tengah melakukan proses diplomatik dengan pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan kejelasan mengenai dasar pemblokiran dana tersebut.
Dahnil mengatakan, pemerintah telah meminta rincian mengenai dugaan pelanggaran asuransi yang disampaikan Arab Saudi. Pemerintah ingin mengetahui secara spesifik ketentuan apa yang dianggap dilanggar serta jemaah mana saja yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
“Kami meminta rinciannya. Yang Anda maksud asuransi yang kami langgar itu mana-mana saja dan seperti apa? Kita harus melakukan verifikasi,” ujar Dahnil.
Selain meminta data, pemerintah juga akan memeriksa kembali aspek kontraktual dalam kerja sama asuransi penyelenggaraan haji. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kewajiban masing-masing pihak telah dilaksanakan sesuai kesepakatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!